WhatsApp Segera Rilis Fitur Jadwal Kirim Pesan
Gambar atau konten salah?
Fitur untuk mengirim pesan secara otomatis sesuai waktu yang ditentukan sedang dikembangkan oleh WhatsApp. Selama ini, pengguna harus mengirim pesan secara manual.
Informasi mengenai fitur baru ini muncul setelah ditemukan oleh WABetaInfo dalam versi beta WhatsApp untuk iOS, yaitu versi 26.7.10.72. Fitur ini masih dalam tahap pengembangan internal dan belum bisa diuji coba oleh publik.
Berdasarkan tangkapan layar yang dibagikan, fitur yang kemungkinan bernama Scheduled Messages ini akan memberikan opsi bagi pengguna untuk menentukan waktu pengiriman pesan setelah pesan tersebut selesai ditulis.
Setelah sebuah pesan dijadwalkan, WhatsApp akan menampilkannya di area khusus dalam informasi obrolan. Di bagian ini, pengguna bisa melihat daftar pesan yang sudah diatur waktunya dan melakukan penyesuaian.
- Pesan yang sudah diatur pengirimannya masih bisa dihapus kapan saja sebelum waktu terkirim.
- Penghapusan pesan terjadwal tidak akan memberikan notifikasi apa pun kepada penerima, karena penghapusan terjadi sebelum pesan terkirim.
WABetaInfo melihat tampilan fitur Scheduled Messages ini pada obrolan grup. Namun, mereka menyebutkan bahwa fitur ini juga akan tersedia untuk percakapan antar individu.
WhatsApp sebenarnya sudah memiliki fungsi penjadwalan pesan, tetapi fitur tersebut ada di aplikasi WhatsApp Business dengan nama Business Broadcasts dan memerlukan biaya untuk mengaksesnya.
Kehadiran fitur pesan terjadwal di aplikasi WhatsApp biasa akan memberikan kemudahan bagi banyak pengguna. Fitur serupa sudah lebih dulu ada pada aplikasi pesaing, Telegram, yang telah memperkenalkan opsi penjadwalan pesan sejak tahun 2019.
Ringkasan Berita:
WhatsApp sedang menyiapkan fitur penjadwalan pesan otomatis yang ditemukan dalam versi beta iOS. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur kapan pesan akan terkirim. Pesan yang sudah dijadwalkan bisa dilihat dan dibatalkan sebelum waktu pengiriman tanpa diketahui penerima. Meskipun WhatsApp Business sudah memiliki fitur serupa berbayar, fitur ini akan hadir di aplikasi reguler, menyusul kompetitor seperti Telegram yang sudah memilikinya sejak 2019.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Google Ungkap Cara Jitu Kendalikan Biaya Token AI
Logitech Rilis Kamera AI yang 'Hilang' untuk Ruang Rapat
Iran Eksploitasi Celah SS7 untuk Lacak Tentara AS
Prediksi Final Piala Dunia 2026 Viral, Netizen Curiga
Cyber Breaker Season 3: Peserta Melonjak ke 916
Piala Dunia 2026: 48 Tim, Tiga Negara, Hadiah Fantastis
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
