Yamal Tantang Prancis, Konate Balas Dingin
Gambar atau konten salah?
Ketegangan mulai terasa menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Duel besar ini akan berlangsung di Dallas Stadium pada Rabu, 15 Juli 2026, dini hari WIB. Namun sebelum bola digulirkan, perang kata-kata sudah lebih dulu terjadi.
Lamine Yamal, pemain muda Spanyol yang baru berusia 18 tahun, melontarkan pernyataan pedas. Ia menyebut Prancis seharusnya merasa khawatir menghadapi timnya. Alasannya? Spanyol sudah dua kali mengalahkan Prancis di turnamen besar sebelumnya, yakni di semifinal Euro 2024 dan juga di ajang Nations League.
"Kalau ada yang harusnya cemas, itu adalah Prancis. Kami yang menyingkirkan mereka di Euro," ujar Yamal, seperti dikutip dari Marca.
Pernyataan itu jelas menjadi provokasi. Namun timnas Prancis tidak bereaksi berlebihan. Ibrahima Konate, bek Prancis yang baru saja bergabung dengan Real Madrid, menanggapi dengan dingin. Ia mengatakan timnya sama sekali tidak peduli dengan omongan lawan.
"Tidak. Sejujurnya, kami tidak memperhatikan semua yang dikatakan tentang pertandingan ini. Kami tidak perlu takut pada siapa pun," kata Konate.
Bek berusia 27 tahun itu menekankan pentingnya menjaga sikap rendah hati. Menurutnya, tim Prancis sudah menunjukkan kerendahan hati sejak awal turnamen. Ia tidak ingin timnya terpancing dengan komentar-komentar seperti itu.
"Yang terpenting adalah mempertahankan kerendahan hati yang telah kami tunjukkan di awal kompetisi ini dan tidak jatuh ke dalam perangkap semacam itu, terutama pada saat seperti ini. Dia bisa mengatakan apa pun yang dia inginkan," tambah Konate.
Ia juga menegaskan bahwa Prancis akan tetap fokus mempersiapkan diri. "Kami akan mempersiapkan pertandingan dengan sebaik mungkin, dan saya berharap ketika pertandingan berakhir, hasilnya akan menguntungkan kami," ujarnya.
Catatan Prancis di Piala Dunia 2026 sejauh ini cukup impresif. Les Bleus selalu menang sejak fase grup hingga perempatfinal. Mereka juga menjadi tim paling produktif dengan torehan 16 gol. Sementara Spanyol, meski tidak setajam itu dalam mencetak gol, baru kebobolan satu kali sepanjang turnamen.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan gaya bermain yang berbeda. Prancis mengandalkan kekuatan fisik dan serangan cepat. Spanyol lebih suka menguasai bola dan membangun serangan dari bawah. Keduanya sama-sama pernah merasakan juara dunia sebelumnya.
Dari sisi pengalaman, Prancis mungkin lebih unggul. Namun Spanyol punya momentum setelah sukses mengalahkan Prancis di dua turnamen sebelumnya. Apakah sejarah akan terulang, atau justru Prancis yang akan membalas kekalahan? Semua akan terjawab di lapangan nanti.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Yamal Tantang Prancis, Konate Balas Dingin
Pemerintah Rancang Harga BBM Khusus Nelayan Besar
Bank Dunia, IMF, dan OECD Proyeksi Ekonomi RI 5% di 2026
Polisi Tewas, Empat Keluarga Meninggal di Tol Terpeka
Guru SDN Kaliasin 1 Surabaya Pakai Kostum Laut Sambut MPLS
Tebak Jumlah Hewan: Sapi, Monyet, Kucing
96,7% Balita Indonesia Kurang Makan Buah dan Sayur
Empat Tim Berebut Tiket Final Piala Dunia