Kane Redam Ketegangan Usai Tuchel Kritik Bellingham

Eko P. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kane Redam Ketegangan Usai Tuchel Kritik Bellingham

Gambar atau konten salah?

Ketegangan muncul di kubu Timnas Inggris setelah kemenangan tipis atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026. Harry Kane, kapten tim, angkat bicara soal perbedaan pendapat antara manajer Thomas Tuchel dan gelandang Jude Bellingham.

Inggris menang 2-1 di Miami Stadium pada 12 Juli 2026. Namun, kemenangan itu tidak membuat Tuchel puas. Dalam wawancara dengan ITV, ia menyebut permainan timnya "ceroboh" dan "beruntung" bisa lolos ke semifinal. Kritik pedas itu langsung memicu reaksi.

Bellingham, yang tampil di laga tersebut, tidak terima dengan komentar Tuchel. Kepada DAZN, ia mengatakan, "Mungkin itu berarti dia tidak tahu bagaimana rasanya bermain dalam kondisi seperti itu melawan Erling Haaland, (Martin) Odegaard, (Antonio) Nusa, (Alexander) Sorloth. Itu bukan tim yang mudah untuk dihadapi."

Gelandang Real Madrid itu menambahkan, "Saya pikir kami telah mencoba menciptakan lingkungan yang positif - kami harus melanjutkan itu hingga babak semifinal. Saya sangat menghargai para pemain. Anda tidak akan memenangkan setiap laga hanya dengan mengoper bola dan melakukan 1.000 umpan. Terkadang Anda harus menang dengan cara 'kotor' dan kami melakukannya lagi malam ini."

Sebagai kapten, Kane mencoba meredakan situasi. Striker Bayern Munich itu menilai perkataan Tuchel tidak dimaksudkan untuk menjatuhkan pemain. "(Tuchel) melihat kami berlatih dan melihat kekompakan kami serta melihat apa yang bisa kami lakukan, terutama dengan pemain yang kami miliki, cara kami menyerang, duel satu lawan satu, dan keterampilan kami," ujar Kane, dikutip The Athletic.

Ia melanjutkan, "Dia hanya ingin melihat versi diri kami yang seperti itu. Dia tahu betul bahwa ini tidak sesederhana itu, kami bermain menghadapi lawan yang bagus. Dia mencoba mengeluarkan kemampuan terbaik kami dan kami sendiri tahu bahwa kami memiliki level lain yang dapat kami capai."

Tuchel sendiri dikenal sebagai pelatih yang blak-blakan dan perfeksionis. Ia sering menuntut standar tinggi dari pemainnya, bahkan saat tim menang sekalipun. Situasi seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di ruang ganti Inggris.

Selanjutnya, Inggris akan menghadapi juara bertahan Argentina di semifinal. Laga digelar di Atlanta Stadium pada 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata apakah Inggris benar-benar bisa mencapai "level lain" seperti yang diyakini Kane. Atau justru ketegangan internal ini akan mengganggu performa mereka di lapangan.

keteganganTimnas InggrisHarry KaneThomas TuchelJude Bellinghamkritiksemifinal

Komentar

Memuat komentar...