Zilis Ungkap Hubungan Pribadi dengan Musk di Persidangan Oakland

Teguh A. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 96 dibaca
Bisik.id
Zilis Ungkap Hubungan Pribadi dengan Musk di Persidangan Oakland

Gambar atau konten salah?

Shivon Zilis, mantan anggota dewan OpenAI, mengungkapkan bagaimana hubungannya yang tidak biasa dengan Elon Musk berkembang hingga menghasilkan empat anak bersama sang triliuner. Ia bersaksi di pengadilan federal di Oakland sebagai bagian dari gugatan Musk yang berusaha membatalkan perubahan status OpenAI menjadi perusahaan berorientasi laba.

Fokus kehadiran Zilis di persidangan terletak pada keterlibatannya dalam pembicaraan awal dengan Musk mengenai peralihan OpenAI menjadi entitas berorientasi laba. Ia juga menjelaskan bagaimana ia mulai berhubungan dengan Musk saat Musk masih menjadi penasihat OpenAI.

“Saya masih sangat ingin menjadi seorang ibu dan Elon memberikan tawaran pada saat itu, dan saya pun menerimanya,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pada tahun 2020, Musk menawarkan diri untuk mendonasikan sperma.

“Ia kala itu terus mendorong orang-orang di sekitarnya memiliki anak, dan ia menyadari saya belum punya. Ia pun menawarkan mendonorkan spermanya,” kata Zilis yang dikutip dari BBC.

Zilis telah bekerja sebagai pemodal ventura di Silicon Valley selama sekitar 15 tahun. Sebelum bergabung dengan OpenAI, ia pernah menjadi eksekutif di perusahaan mobil Musk, Tesla, serta Neuralink. Ia bergabung dengan OpenAI sebagai penasihat pada tahun 2016, tak lama setelah perusahaan itu didirikan. Dari posisi itu, ia pertama kali bertemu Musk.

Karena peran Zilis di berbagai perusahaan Musk serta di OpenAI, ia akhirnya menjabat sebagai direktur OpenAI dari tahun 2020 hingga 2023. Dari posisi tersebut, ia menjadi saksi penting dalam persidangan tersebut. Tim kuasa hukum OpenAI menduga ia membocorkan informasi tentang OpenAI kepada Musk setelah Musk meninggalkan OpenAI pada tahun 2018.

Zilis mengaku pernah memiliki hubungan asmara singkat dengan Musk sekitar satu dekade lalu, namun tidak terlibat hubungan romantis apa pun dengannya pada tahun 2020, tepat ketika Musk pertama kali menawarkan menjadi ayah anak-anaknya.

Ia menjelaskan bahwa pada saat itu ia berjuang menghadapi masalah kesehatan tertentu yang mengubah rencana awalnya. Sebelumnya, ia berencana menempuh jalan hidup konvensional yaitu menikah dan memiliki anak dengan pasangan. Rencana awal Zilis mengenai peran Musk dalam kehidupan dua anak pertamanya tidaklah menghendaki Musk sebagai sosok ayah aktif. Keduanya sepakat menjaga agar status Musk sebagai ayah biologis dirahasiakan dengan ketat.

Namun kini, Musk justru berperan aktif dalam kehidupan keempat anaknya bersama Zilis. Mereka menghabiskan waktu beberapa jam setiap minggu seolah-olah keluarga.

Zilis menyebut kesepakatan kerahasiaan dengan Musk itu menjadi alasan ia tidak memberitahu CEO OpenAI, Sam Altman, bahwa anak kembar yang ia lahirkan di 2021 adalah darah daging Musk. Ia baru memberi tahu Altman bahwa Musk adalah ayah dari anak-anak tersebut pada tahun berikutnya, saat ia mengetahui bahwa laporan dari Business Insider mengenai status Musk sebagai ayah biologis anak-anaknya akan diterbitkan.

Meski demikian, Altman dan Presiden OpenAI, Greg Brockman, tetap menginginkan Zilis berada di dewan direksi perusahaan AI tersebut. Zilis menyatakan bahwa mereka bertiga tetap bersahabat setidaknya hingga tahun 2023.

“Kami memercayainya untuk menjaga agar konflik terkait Elon tetap terkendali,” kata Brockman.

Zilis akhirnya mengundurkan diri dari dewan direksi pada Maret 2023, bertepatan dengan Musk meluncurkan xAI, perusahaan AI yang menjadi pesaing ChatGPT milik OpenAI.

Kasus ini menyoroti dinamika hubungan pribadi dan profesional di dunia teknologi. Hubungan Zilis dengan Musk, yang memengaruhi keputusan strategis OpenAI, menunjukkan betapa kompleksnya peran individu dalam perusahaan besar. Keputusan Zilis untuk mengungkapkan fakta tentang ayah biologis anaknya juga menambah lapisan ketegangan antara kepentingan pribadi dan tanggung jawab publik. Seiring berjalannya waktu, peran Musk dalam kehidupan keluarga Zilis dan dinamika internal OpenAI tetap menjadi topik yang menarik untuk diikuti.

Shivon ZilisElon MuskOpenAIPersidanganAnakSilicon ValleyxAI

Komentar

Memuat komentar...