Zulhas Akui Minta Presiden Ganti Kepala Badan Gizi karena Sakit
Gambar atau konten salah?
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, buka suara soal pergantian pucuk pimpinan di Badan Gizi Nasional beberapa waktu lalu. Ia mengakui bahwa dirinyalah yang meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti Nanik S Deyang dari posisi Kepala BGN.
Alasannya? Kondisi kesehatan Nanik yang terus menurun. Menurut Zulhas, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan berjalan maksimal jika masih dipimpin oleh Nanik. Saat itu, tumpukan persoalan MBG menanti penyelesaian.
"MBG kemarin Ibu Nanik hebat, Ibu Nanik itu hebat. Nanik S. Deyang, bukan Nanik ini. Tapi beliau saking kerja kerasnya sakit. Ya kalau sakit nggak akan selesai Pak Presiden, nggak akan selesai. Dua bulan MBG nggak akan baik. Ibu Nanik tertekan, sakit emosional," kata Zulhas di acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di JB Tower, Jakarta, pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Zulhas lantas menyarankan Prabowo untuk mencari pengganti yang lebih muda. Syaratnya, orang itu sudah terlibat langsung dalam program MBG sejak awal.
"Saya minta ganti yang muda. Kalau Bapak mau cepat selesai, yang muda. Oh gitu Pak? Iya. lebih cepat lebih bagus. Yang penting mau diskusi mau diajak bicara," ujarnya.
Kini, setelah pergantian dilakukan, Zulhas menilai hasilnya mulai terlihat. Program MBG berjalan lebih baik di bawah kepemimpinan baru.
"Nah sekarang agak lumayan gitu, agak lumayan berjalan dengan baik," ungkapnya.
Sebagai informasi, Nanik S Deyang resmi mundur dari jabatan Kepala BGN pada 22 Juli 2026. Ia harus fokus menjalani pengobatan jantung. Tak berselang lama, Presiden Prabowo melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru. Sebelumnya, Sudaryono menjabat Wakil Menteri Pertanian.
Pengangkatan Sudaryono didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 78/P 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional.
Pergantian ini menunjukkan bagaimana faktor kesehatan pribadi bisa mempengaruhi jalannya program pemerintah. Kondisi Nanik yang menurun membuat Zulhas merasa perlu mengambil langkah cepat agar program MBG tidak terhambat. Kini, dengan pemimpin baru yang lebih muda, pemerintah berharap program ini bisa berjalan lebih lancar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri Teken Aturan Potongan 50% Biaya Jual UMKM Pekan Ini
Hasto Kusumo: Cara Pandang Bisnis Digital
Prabowo Minta Keuntungan Danantara Masuk APBN Tahun Ini
Menkeu Bantah Ada Pajak Baru Rumah Kontrakan
Menkeu Panggil Menteri Perhubungan Bahas Tarif Depo Kontainer
Pemerintah Siapkan SSO untuk Permudah Izin UMKM