Ayu W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id

Gambar atau konten salah?

Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat kemasan sederhana, Minyakita, sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat.

Menurut Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, langkah ini masih dalam tahap koordinasi tingkat kementerian, meski sudah ada kesepakatan untuk menaikkan harga tersebut. Ia belum dapat memberikan rincian lebih lanjut karena baru pulang ke Indonesia usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

“Nanti kan aku baru pulang dari Tanah Suci. Nanti aku koordinasi dengan Pak Mendag. Aku lapor Pak Menko,” ujarnya ketika ditemui di kantornya di Jakarta Selatan pada Senin, 08 Juni 2026.

Ketika ditanya tentang fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) yang menjadi dasar besaran HET baru, Andi Amran berpendapat bahwa nilai komoditas kelapa sawit masih aman terkendali. Ia menegaskan bahwa hal ini masih harus dibicarakan lagi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

“Aku kan baru masuk kantor. Tunggu aku rakor dulu. Harusnya sekarang ini harga CPO kita baik‑baik saja. Iya, nanti aku koordinasi Menteri Perdagangan, kemudian lapor Pak Menko,” tegasnya lagi.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengonfirmasi bahwa pemerintah telah menetapkan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita. Keputusan ini sudah disepakati dalam rapat koordinasi tingkat menteri bidang pangan pada Kamis, 04 Juni 2026.

“Menindaklanjuti rapat sebelumnya di kantor Kemenko Pangan, jadi hari ini kita menyepakati akan menaikkan harga eceran tertinggi (HET) untuk Minyakita,” ujar Budi Santoso dalam konferensi pers di kantor pusatnya.

Namun ia mengakui bahwa besaran kenaikan HET masih belum disepakati, termasuk waktu penetapan HET terbaru. Pemerintah masih ingin melihat perkembangan harga Crude Palm Oil (CPO) sebelum mengambil keputusan akhir.

Budi menjelaskan bahwa harga CPO masih mengalami fluktuasi. “Tapi kemarin sempat turun lagi menjadi Rp 14.000 sekian (per kg), dan kemarin harga TBS (tanda buah segar) sudah sempat turun, tapi sekarang sudah mulai naik lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa harga CPO sempat mencapai rata‑rata Rp 15.445 per kilogram, kemudian turun ke level Rp 14.000 per kilogram. Keputusan kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita akan ditetapkan setelah harga CPO stabil, meskipun tidak menutup kemungkinan keputusan tersebut segera diumumkan.

Dengan mempertimbangkan dinamika harga CPO dan kebutuhan konsumen, pemerintah berusaha menyeimbangkan antara kestabilan harga pangan dan kepentingan petani kelapa sawit. Kenaikan HET Minyakita diharapkan dapat memberikan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat, sekaligus menjaga kesejahteraan petani.

Komentar

Memuat komentar...