14 Jemaah Haji Solo Dipulangkan, Kesehatan Turun Kritis

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
14 Jemaah Haji Solo Dipulangkan, Kesehatan Turun Kritis

Gambar atau konten salah?

Di Solo, 14 jemaah haji yang seharusnya berangkat di Embarkasi Solo dipulangkan ke daerah asalnya. Keputusan ini diambil pada 27 April 2026 setelah evaluasi kesehatan jemaah.

Ketua Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Fitriyanto, mengungkapkan alasan di balik keputusan tersebut. Ia berkata, “Jemaah dari (Embarkasi) Solo saat ini yang dipulangkan ada 14 (orang). Semoga ini tidak bertambah lagi.”

Fitriyanto menambahkan bahwa ke-14 jemaah tersebut mayoritas sudah lanjut usia. Ia menyebut, “14 (jemaah) itu rata-rata usianya lansia semua. Lansia rata-rata sama ada beberapa yang pendamping.”

Menurut Fitriyanto, kelelahan menjadi faktor utama yang menurunkan kondisi kesehatan jemaah. Ia menjelaskan, “Kelelahan berujung pada penurunan kondisi kesehatan diduga jadi faktor penyebab para jemaah dinyatakan tidak layak terbang.” Penyakit penyerta seperti demensia juga turut mempengaruhi keputusan tersebut.

Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, Fitriyanto berencana mengirimkan surat kepada kabupaten/kota. Surat tersebut akan mengimbau jemaah yang belum berangkat untuk mengurangi aktivitas fisik sebelum keberangkatan. Ia menekankan pentingnya istirahat, “Sehingga saat berangkat mereka tidak terlalu capek.”

Fitriyanto juga menyoroti aktivitas sosial menjelang keberangkatan sebagai penyebab kelelahan. Ia menyebut, “Kelelahan kerap dipicu oleh aktivitas sosial jemaah menjelang keberangkatan. Seperti kegiatan walimatul safar (pamitan haji) yang berlangsung beberapa hari berturut-turut.”

Ia mengusulkan pengurangan durasi walimatul safar, “Untuk mengurangi aktivitas-aktivitas yang tidak perlu. Misalnya walimatul safar yang mungkin sampai 2-3 hari ini bisa dikurangi aktivitas-aktivitas yang tidak perlu. Sehingga jemaah betul-betul betul bisa istirahat sebelum mereka masuk Asrama Haji. Sehingga ketika masuk Asrama Haji mereka memang sudah siap untuk berangkat dan di Asrama Haji juga kita siapkan untuk istirahat,” ujarnya.

Selain itu, Fitriyanto menekankan pentingnya pengelolaan obat-obatan. Ia menyarankan, “Obat-obatan rutin tidak seluruhnya disimpan di koper besar. Tetapi dibagi, ada yang di koper besar dan ada yang ditempatkan di koper tenteng atau koper kabin.” Hal ini memudahkan jemaah mengambil obat saat di Asrama Haji maupun dalam perjalanan.

Untuk memperpanjang waktu istirahat di Asrama Haji Donohudan, pihak PPIH memangkas acara seremonial. Upacara penyambutan tidak lagi dilaksanakan. Fitriyanto menjelaskan, “Setiba di Asrama Haji Donohudan dan masuk ke gedung Jeddah, para jemaah langsung mendapatkan layanan one stop service. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pembagian living cost, kartu nusuk hingga pemakaian gelang haji.” Setelah itu, jemaah diarahkan ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Ia menegaskan, “Kita tidak berlama-lama lagi, sudah tidak ada upacara, langsung kita berikan layanan one stop service. Begitu selesai langsung jamaah masuk kamar untuk istirahat. Tentunya ini agar jemaah bisa berangkat pada saatnya dan tidak terkendala terkait dengan kesehatannya.”

Dengan langkah-langkah ini, PPIH Embarkasi Solo berharap jemaah yang masih akan berangkat dapat mempersiapkan diri secara fisik dan mental. Keputusan untuk memulangkan jemaah yang tidak layak terbang menegaskan komitmen pihak penyelenggara dalam menjaga kesehatan dan keselamatan para haji.

Jemaah haji SoloPulang ke daerah asalEvaluasi kesehatanKelelahanWalimatul safarAsrama Haji DonohudanOne-stop service

Komentar

Memuat komentar...