16 April 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Tidak Baik Tanam
Gambar atau konten salah?
Wraspati Pon Landep, 16 April 2026, menyatakan hari ini termasuk ala ayuning dewasa menurut perhitungan kalender Bali.
Kalender Bali memuat ala ayuning dewasa atau hari baik berdasarkan perhitungan khusus. Hari ini dianggap tidak baik untuk bercocok tanam, namun masih layak untuk kegiatan lain.
Ala ayuning dewasa digunakan oleh masyarakat Hindu di Bali dalam menentukan baik buruknya hari untuk melakukan kegiatan adat dan ritual. Wraspati Pon Landep mengutip data dari kalenderbali.org.
Jiwa Menganti – Baik untuk bercocok tanam dan memulai suatu usaha. (Alahing dewasa 3)
Kala Gumarang Turun – Baik untuk menanam sirih dan tambakau. Tidak baik untuk pembuatan bibit. (Alahing dewasa 4)
Kala Jangkut – Baik untuk membuat pencar, jaring, senjata. (Alahing dewasa 4)
Kala Mereng – Tidak baik untuk bercocok tanam (Alahing dewasa 3)
Pamacekan – Baik untuk mengerjakan sawah/tegal, membuat tombak penangkap ikan. Tidak baik melaksanakan yadnya (Alahing dewasa 2)
Patra Limutan – Baik untuk memasang guna-guna. (Alahing dewasa 2)
Salah Wadi – Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3)
Sedana Yoga – Baik untuk membuat alat berdagang, tempat berdagang, mulai berjualan karena akan murah rejeki. (Alahing dewasa 2)
Pararasan: Laku Surya, Pancasuda: Satria Wirang, Ekajalaresi: Suka Rahayu, Pratiti: Awidya. (iws/iws)
Hari ini, meski tidak ideal untuk bercocok tanam, masih cocok bagi yang ingin memulai usaha atau melakukan kegiatan perdagangan. Informasi ini membantu masyarakat menentukan aktivitas yang tepat sesuai tradisi Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
