5 Kuliner Legendaris Favorit di Pasar Pathuk Jogja

Tika M. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 47 dibaca
Bisik.id
5 Kuliner Legendaris Favorit di Pasar Pathuk Jogja

Gambar atau konten salah?

Bagi pelancong atau warga yang merayakan libur Lebaran di Yogyakarta, mencari sarapan pagi di pasar tradisional ini menawarkan pengalaman memuaskan.

Pasar Pathuk di kawasan Ngampilan adalah salah satu lokasi yang patut dikunjungi. Lokasinya dekat dengan area Malioboro. Pasar ini telah lama menjadi pusat sarapan favorit penduduk setempat sejak pagi hari.

Di sini tersedia berbagai macam makanan, mulai dari jajanan ringan hingga hidangan utama dengan harga yang cukup terjangkau. Suasana pasar ini memiliki ciri khas tersendiri, karena berada di area yang dikenal sebagai sentra bakpia, sehingga sering disebut memiliki nuansa oriental.

Beragam pilihan tersedia, mulai dari jajanan tradisional yang sudah lama dikenal, minuman hangat khas, hingga menu sarapan mengenyangkan. Wajar jika Pasar Pathuk sering menjadi tujuan kuliner pagi bagi wisatawan dan warga lokal.

Berikut adalah lima rekomendasi kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berada di Pasar Pathuk:

  • Martabak Telur Puyuh Bu Jumirah

Martabak Telur Puyuh Bu Jumirah adalah salah satu kuliner legendaris di Pasar Pathuk. Jajanan ini sudah dijual sejak tahun 1994 dan terkenal karena rasanya yang gurih serta harganya yang ringan di kantong. Satu porsi martabak dijual sekitar Rp 4.000 hingga Rp 5.000. Isinya campuran daun bawang, kol mentah, irisan ayam, dan telur puyuh utuh untuk varian tertentu. Martabak ini dimasak langsung saat dipesan, sehingga disajikan hangat dan renyah.

Bu Jumirah berjualan menggunakan gerobak di area selatan Pasar Pathuk mulai pukul 06.30 WIB. Karena popularitasnya, martabak ini sering habis hanya dalam waktu sekitar tiga jam setelah buka, jadi disarankan datang lebih pagi.

  • Jenang Gempol Bu Tum

Lapak Jenang Gempol Bu Tum, dekat pintu barat pasar, selalu ramai pembeli sejak mulai berjualan pada tahun 2006. Satu porsi jenang gempol berisi bola-bola tepung beras (gempol), bubur sumsum gula merah, dan kuah santan gurih. Kombinasi rasa manis dan gurih membuatnya cocok sebagai sarapan atau camilan pagi. Selain itu, Bu Tum juga menjual es cincau dan dawet beras yang menyegarkan. Harga per porsi berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Lapak ini buka setiap hari pukul 07.00-10.00 WIB.

  • Wedang Tahu Bu Kardi

Mengunjungi Pasar Pathuk terasa kurang lengkap tanpa mencicipi Wedang Tahu Bu Kardi yang dianggap ikonik. Minuman hangat ini terbuat dari kembang tahu (tahu sutra) yang lembut, disajikan dengan kuah jahe, gula jawa, dan rempah-rempah. Rasa manis hangatnya menenangkan. Usaha ini dimulai pada tahun 2008 menggunakan resep yang disesuaikan dengan selera warga Jogja.

Popularitasnya meningkat setelah dikenal melalui media sosial sekitar tahun 2016. Kini, wedang tahu Bu Kardi selalu ramai pembeli dan sering habis sebelum tengah hari. Satu mangkuk dijual sekitar Rp 8.000 dan cocok dinikmati pagi hari. Lapaknya buka mulai pukul 07.00 WIB hingga dagangan habis.

  • Yammie Pathuk

Kedai Yammie Pathuk merupakan salah satu tempat makan yang cukup terkenal di kawasan pasar ini. Kedai ini sudah berdiri sejak tahun 1999 dan dikenal karena konsistensi rasanya. Gerai utama berada di Jalan Kemetiran Kidul, namun cabang di Pasar Pathuk beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB setiap hari.

Harga seporsi yamie terjangkau, mulai sekitar Rp 15.000. Pengunjung bisa menambah lauk seperti bakso goreng atau siomay dengan biaya tambahan sekitar Rp 5.000. Pilihan minuman meliputi teh, jeruk, es tape ketan, dan sari kacang hijau, yang cocok menemani semangkuk yamie hangat.

  • Nasi Kuning Muna Cung

Bagi penggemar sarapan khas Jogja, Nasi Kuning Muna Cung di Pasar Pathuk adalah pilihan tepat. Lapak kaki lima sederhana ini berada di depan pintu samping pasar dan buka sejak pukul 07.00 WIB. Tempat ini menjadi sangat dikenal luas setelah sering muncul dalam konten para food vlogger.

Meskipun tempat makan terbatas, pembeli rela mengantre untuk menikmati seporsi nasi kuning gurih. Satu porsi standar berisi serundeng, abon, telur gulung, perkedel, dan kering kentang dengan harga sekitar Rp 16.000. Tersedia pilihan lauk tambahan seperti sate ayam, ayam suwir, empal, hingga babat dan iso dengan harga berbeda. Aroma nasi kuning yang sedap dan porsi yang cukup banyak membuat kuliner ini digemari banyak orang.

Pasar Pathuk menawarkan berbagai hidangan sarapan tradisional dan populer di Yogyakarta, mulai dari jajanan manis seperti Jenang Gempol hingga hidangan gurih seperti Martabak Telur Puyuh dan Nasi Kuning.

Pasar PathukKuliner Pagi YogyakartaJajanan PasarMartabak Telur PuyuhJenang GempolWedang TahuNasi Kuning

Komentar

Memuat komentar...