Penjual Ayam Goreng Rumahan Kena Denda Rp8,8 Juta Gegara Bau

Bima J. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Penjual Ayam Goreng Rumahan Kena Denda Rp8,8 Juta Gegara Bau

Gambar atau konten salah?

Seorang penjual ayam goreng rumahan di Malaysia baru-baru ini harus membayar denda sebesar RM 2.000, atau sekitar Rp 8,8 juta. Alasannya? Aroma ayam goreng yang dia jual dianggap mengganggu tetangga.

Banyak orang memilih memulai usaha makanan dari rumah. Biaya awal lebih kecil. Operasional lebih murah. Fleksibilitas tinggi. Tapi ada sisi lain yang jarang dibicarakan: masalah dengan tetangga.

Penjual ini hanya menerima pesanan online. Tidak ada pelanggan yang datang langsung. Hanya sopir ojek online yang mampir ambil pesanan, lalu pergi. "Sopir datang ambil, terus langsung anter," katanya.

Dia merasa model jualannya tidak menimbulkan masalah. Tidak ada suara bising. Tidak ada parkir semrawut. Tidak ada sampah berserakan. Tapi suatu hari, petugas berwenang datang. Ada aduan. Bau ayam goreng dari rumahnya masuk ke rumah tetangga.

"Aku dengarkan saja dan berusaha kerjasama," ujarnya.

Dia tidak percaya. "Aku berpikir kalau ada aduan bau ayam goreng, terus setiap rumah yang goreng ayam di siang hari bagaimana?" tanyanya bingung.

Menurutnya, bau masakan memang selalu keluar saat orang memasak. Bedanya, dia menjual makanan. Tapi dia merasa petugas seharusnya baru datang jika ada gangguan nyata: suara bising, masalah parkir, sampah berserakan, atau pelanggan yang terlalu ramai. Tidak ada satu pun dari itu yang terjadi di tempatnya.

Dia mengaku sudah menjalankan bisnis sesuai standar. Tapi tetap kena denda. Uang sebesar itu, katanya, bisa dipakai untuk beli stok bahan baku beberapa minggu.

"Tapi aku anggap ini sebagai harga dari sebuah pengalaman. Aku tidak menyalahkan siapa-siapa, cuma ingin berbagi pengalaman supaya penjual kecil seperti aku lebih peka," jelasnya.

Cerita ini diunggah di media sosial dan menarik perhatian banyak netizen. Beberapa berpendapat mungkin bau ayam goreng itu tercium sepanjang hari. "Kalau saya masak untuk keluarga, goreng ayam, tetangga biasanya mencium bau hanya 10 menit. Kalau sepanjang hari bau memang tidak bakal ada yang tahan," komentar seorang netizen.

Ada juga yang menyarankan penjual itu untuk bernegosiasi agar dendanya bisa dikurangi.

Tidak diketahui pasti apakah dia akhirnya membayar denda dan tetap berjualan, atau justru menghentikan usahanya.

Cerita ini menunjukkan bahwa menjual makanan dari rumah, meskipun praktis dan murah, tetap punya risiko. Aroma masakan yang terus-menerus bisa menjadi masalah serius dengan tetangga. Bagi yang ingin memulai usaha serupa, perlu mempertimbangkan hal ini sejak awal. Bukan hanya soal modal dan operasional, tapi juga soal hubungan dengan orang-orang di sekitar rumah.

dendaaroma ayam gorengusaha rumahangangguan tetanggapengalamanpenjual makananMalaysia

Komentar

Memuat komentar...