NON by KKDC: Kafe dengan Galeri Cahaya Imersif di Wijaya

Dewi M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
NON by KKDC: Kafe dengan Galeri Cahaya Imersif di Wijaya

Gambar atau konten salah?

Di tengah hiruk-pikuk kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, sebuah kafe baru muncul dengan pendekatan yang tidak biasa. Namanya NON by KKDC. Tempat ini bukan sekadar tempat nongkrong biasa. Ada sesuatu yang berbeda sejak pertama kali melangkah masuk.

Kawasan Wijaya sampai Dharmawangsa memang sudah lama jadi magnet bagi para pencari tempat hangout. Kafe dan restoran tumbuh subur di sana. Tapi NON by KKDC mencoba menawarkan sesuatu yang lain. Kafe ini menggabungkan konsep tempat minum kopi dengan galeri cahaya imersif. Pencahayaan di dalamnya dirancang khusus. Bukan untuk foto-foto estetik semata, tapi untuk menemani pengunjung saat menikmati kopi atau pastry.

Begitu masuk ke dalam NON by KKDC, suasananya langsung terasa berbeda. Tidak seperti kafe lain yang biasanya terang benderang. Di sini, kursi dan meja tidak dipenuhi ruangan. Semua diatur dengan jarak yang nyaman. Tidak ada kesan sesak. Tapi jangan bayangkan tempat ini gelap. Pencahayaan justru menjadi elemen utama. Ini karena NON by KKDC didirikan oleh perusahaan pencahayaan asal Korea Selatan. Kantor perusahaan itu, KKDC, berada persis di lantai dua kafe ini.

Untuk tempat duduk, ada beberapa pilihan. Pertama, kursi di dekat jendela. Dari sana, pengunjung bisa melihat pepohonan rindang di luar. Kedua, area tengah. Tempat ini cocok untuk bekerja sambil minum kopi atau berkumpul dengan rombongan. Ketiga, ada area tatami. Di sini, pengunjung duduk di lantai dengan sandaran ala Jepang. Cocok untuk bersantai lama-lama sambil menyeruput minuman.

Salah satu keunikan lain dari NON by KKDC adalah sistem pemesanannya. Area pemesanan kopi dan pastry dipisah. Bahkan kasirnya pun berbeda. Jadi pengunjung harus antre di dua tempat berbeda kalau mau pesan minuman dan kue sekaligus.

Tim kami mencoba dua minuman andalan mereka. Pertama, Matcha Latte Madam seharga Rp49 ribu. Minuman ini menyajikan racikan matcha premium berlapis. Di atasnya ada vanilla cream yang bikin teksturnya lebih creamy. Saat diminum, rasa manisnya tipis. Matcha-nya ditambahkan sea salt, jadi rasa umami lebih terasa. Karakter matcha di sini menengah. Tidak terlalu kuat, tidak terlalu tipis. Cocok untuk orang yang baru mulai menyukai matcha.

Kedua, NON Blanc seharga Rp47 ribu. Ini adalah racikan mont blanc khas NON by KKDC. Aroma citrusy-nya kuat. Ada campuran rasa yang mirip sirup peach di dalam kopinya. Rasanya unik. Lapisan kopi di bawah sweet cream-nya manis, tapi tetap seimbang dengan karakter citrusy yang kuat.

Untuk pastry, NON by KKDC punya dapur sendiri di sudut kafe. Beberapa pilihan yang mencuri perhatian adalah Original Salt Bread, Blue Cheese Financier, dan Earl Grey Madeline. Harganya mulai dari Rp25 ribu sampai Rp38 ribu per buah.

Original Salt Bread di sini punya rasa yang seimbang. Ada asin gurih dan manis khas roti. Teksturnya renyah di luar, tapi bagian dalamnya kenyal dan elastis. Sementara Blue Cheese Financier punya tekstur yang padat, empuk, dan tetap lembap. Yang unik, ada topping blue cheese di atasnya. Aroma kejunya kuat, tapi rasanya cenderung manis dibandingkan blue cheese asli.

Bagi pencinta madeline, varian Earl Grey Madeline sayang dilewatkan. Aroma teh earl grey tercium harum. Baik adonan madeline maupun lapisan cokelat putihnya diberi ekstrak earl grey. Rasanya jelas. Teksturnya padat, bagian dalamnya lembap. Karena manis dari earl grey dan cokelat putih, madeline ini cocok dinikmati bersama mont blanc atau americano.

NON by KKDC buka setiap hari, Senin sampai Minggu, dari pukul 06.00 sampai 22.00 WIB. Estimasi harga berkisar antara Rp25 ribu sampai Rp60 ribu. Kafe ini menyediakan fasilitas makan di tempat, bawa pulang, valet parkir, pembayaran nontunai, dan WiFi. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di Instagram dengan akun non_by_kkdc.

Dari semua yang ditawarkan, NON by KKDC mencoba menjadi tempat yang berbeda. Bukan sekadar kafe biasa. Pencahayaan imersif, pemisahan area pemesanan, dan pilihan tempat duduk yang beragam menunjukkan bahwa mereka ingin pengunjung punya pengalaman yang tidak monoton. Tapi pada akhirnya, semua kembali ke selera masing-masing. Apakah kombinasi antara kafe dan galeri cahaya ini cukup menarik untuk dikunjungi? Atau justru terasa terlalu rumit? Hanya dengan datang langsung, pengunjung bisa menilai sendiri.

kafe baruNON by KKDCgaleri cahaya imersifpencahayaanmenu kopi dan pastrytempat duduk beragamsistem pemesanan terpisah

Komentar

Memuat komentar...