5 Pejabat Perempuan Surabaya Digeser karena Tak Dapat Restu Suami
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, baru saja melakukan perombakan jabatan di lingkungan pemerintah kota. Beberapa pejabat perempuan dipindahkan ke posisi baru. Alasannya? Mereka tidak mendapat izin dari suami untuk bekerja hingga larut malam.
"Saya mengucapkan terima kasih atas pergeseran yang terjadi hari ini. Ada sekitar lima perempuan yang mengundurkan diri karena tidak mendapat restu suami," ujar Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Kamis, 09 Juli 2026.
Menurut Eri, seorang pejabat struktural wajib mendapatkan restu dari pasangannya. Keluarga, katanya, jauh lebih penting daripada jabatan atau hal lainnya. Ia berpesan agar para pejabat yang dipindahkan tetap memiliki komitmen dan konsisten berjuang untuk masyarakat, meski tidak lagi berada di garda terdepan.
Eri menjelaskan, para lurah perempuan yang tidak mendapat restu itu dipindahkan ke eselon yang setara. Mereka mungkin tidak lagi menjadi pemimpin di wilayahnya, tapi tingkatan jabatan strukturalnya tidak berubah. "Sebenarnya tidak turun, eselonnya sama. Kepala seksi dan lurah itu eselonnya sama. Bedanya, dia nomor satu atau bukan, tapi eselonnya tetap," jelasnya.
Selain merotasi lima pejabat perempuan, Eri juga melakukan mutasi terhadap pejabat lain di lingkungan pemkot. Total ada 32 pejabat yang dimutasi. Penyebabnya, ada lurah yang sudah menjabat lebih dari tiga tahun. "Ada yang sudah lima tahun, enam tahun, melebihi batas tiga tahun yang pernah saya minta. Makanya kami lakukan mutasi ini," pungkasnya.
Mutasi dan rotasi pejabat adalah hal biasa dalam birokrasi. Namun, alasan restu suami menjadi sorotan. Ini menunjukkan bahwa keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga tetap menjadi pertimbangan utama dalam kepemimpinan di Surabaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
