71 Tahun, Yulfiati Ardini Wisuda Universitas Mercubaktijaya
Gambar atau konten salah?
Yulfiati Ardini, yang lahir pada 28 Maret 1955, baru saja menorehkan pencapaian penting: wisuda S1 Kedinanan pada 20 Mei 2026 di Universitas Mercubaktijaya. Usianya sudah 71 tahun, namun semangatnya untuk belajar tidak pernah padam.
Ia memulai perjalanan akademisnya dengan pendidikan D3. Setelah lulus, Yulfiati memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang S1. Program yang dipilihnya adalah nonreguler dengan jalur lanjutan, sehingga ia dapat menyelesaikan studi dalam waktu singkat, hanya 1,5 tahun.
Hasilnya, Yulfiati memperoleh IPK 3,59 dan dinobatkan cumlaude. Meskipun tenaga fisiknya tidak sekuat mahasiswa muda, ia tetap disiplin dan penuh semangat selama kuliah.
Rektor Universitas Mercubaktijaya, Ises Reni, mengapresiasi pencapaian Yulfiati. Ia menyatakan, “Pencapaian Ibu Yulfiati Ardini menjadi teladan bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia. Dengan semangat dan daya juang yang luar biasa, beliau mampu menyelesaikan studi tepat waktu serta menunjukkan komitmen kuat untuk terus meng-upgrade diri.”
Ucapan tersebut diambil dari laman Universitas Mercubaktijaya pada 12 Juni 2026. Rektor menekankan bahwa Yulfiati adalah contoh bagi anak muda dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan, meski usia sudah tidak lagi muda.
Keberhasilan Yulfiati menegaskan konsep pembelajar sepanjang hayat. Semangatnya menjadi inspirasi bagi generasi muda agar tidak menyerah, bahkan ketika menghadapi tantangan usia. Ia menunjukkan bahwa motivasi dan komitmen dapat menembus batasan waktu dan usia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
