Aaron Ramsey Pensiun, Fokus Menjadi Pelatih, Target Arsenal
Gambar atau konten salah?
Aaron Ramsey, yang baru saja mengakhiri kariernya di lapangan hijau pada awal bulan ini, kini menaruh fokus pada dunia kepelatihan. Setelah hampir setengah tahun tidak berbarengan dengan klub, ia memutuskan pensiun pada usia 35 tahun, usia yang belum dianggap tua bagi seorang pemain sepak bola.
Klub terakhir yang menampungnya adalah UNAM Pumas, di mana Ramsey hanya tampil dalam enam laga sebelum memutuskan pensiun pada 1 Desember 2025 akibat cedera hamstring. Meskipun waktunya singkat, pengalaman di sana menambah wawasan bagi Ramsey tentang dinamika tim.
Seperti kebanyakan mantan pemain, Ramsey memiliki impian menembus dunia pelatih. Ia pernah menjabat sebagai caretaker di Cardiff City selama tiga laga terakhir musim lalu, menandai langkah awalnya di bidang tersebut. Namun, ia merasa masih perlu menimba ilmu lebih dalam, karena ia ingin memiliki karier yang cemerlang sebagai pelatih.
“Saya memang ingin jadi pelatih kok. Apakah bakal jadi manajer Arsenal suatu saat nanti? Itu bukan harapan, tapi target,” ujar Ramsey dalam acara jumpa fans di adidas Pacific Place pada 18 April 2026. Ia menegaskan bahwa saat ini, Arteta menjalankan tugasnya dengan baik, dan menyoroti prestasi Jack Wilshere sebagai manajer Luton Town yang sudah meraih trofi.
Ramsey menekankan bahwa ia masih belajar. Ia berharap dapat menimba pengalaman sebanyak mungkin, agar ketika waktunya tiba, ia dapat melangkah ke posisi manajer di klub impiannya, Arsenal.
Kesimpulannya, Aaron Ramsey, berusia 35 tahun, kini menargetkan masa depan sebagai pelatih, khususnya di Arsenal, setelah menutup babak bermainnya di Pumas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
