ABK Tiga Selamat Dilepas Setelah Kapal Terganggu di Jambi

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
ABK Tiga Selamat Dilepas Setelah Kapal Terganggu di Jambi

Gambar atau konten salah?

Tiga orang anak buah kapal (ABK) kapal motor (KM) bermuatan sawit yang tenggelam di Perairan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, berhasil dievakuasi oleh Tim SAR. Mereka ditemukan selamat setelah sempat terombang-ambing di laut.

Peristiwa tenggelamnya kapal motor (KM) Berkah Utama II terjadi di Perairan Simbur Naik, Kecamatan Sabak Timur, Kabupaten Tanjabtim Jambi, sekitar pukul 07.20 WIB pada hari Kamis, 09 April 2026. Kapal tersebut diduga tenggelam karena overkapasitas muatan.

Setelah kejadian, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, dan personel Polairud Polda Jambi, memulai upaya pencarian. Pada pukul 14.30 WIB, di tengah upaya penyisiran, Tim SAR Gabungan menerima informasi bahwa ketiga korban telah berhasil ditemukan oleh nelayan setempat di sekitar area penyisiran 1 NM dari lokasi kejadian dalam keadaan selamat.

Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Lutfi Mulyawan, menjelaskan bahwa setelah sempat terombang-ambing di tengah laut, Tim SAR Gabungan kemudian melakukan intercept di tengah laut dan mengevakuasi seluruh korban ke Pelabuhan Nipah Panjang. Di sana, korban menerima penanganan medis dan pendataan lebih lanjut.

Ketiga korban adalah M. Lawi (36) selaku nahkoda, Umardi (20), dan Fajar (18) selaku ABK. Mereka berasal dari Desa Air Hitam dan pada saat kejadian hendak mengantar muatan sawit ke RAM Muara Sabak.

Setelah memastikan seluruh korban dievakuasi dalam kondisi selamat dan dilakukan proses debriefing antar unsur terkait pada pukul 16.30 WIB, Operasi SAR dinyatakan selesai. Semua unsur yang terlibat, termasuk armada RBB 01 Jambi, Kapal Patroli Polair, Kapal Pos TNI AL Nipah, dan dukungan Drone Thermal, dikembalikan ke kesatuan masing-masing. Kondisi cuaca selama operasi terpantau berawan dan mendukung jalannya evakuasi.

Menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa, insiden terjadi sekira pukul 07.20 WIB. Ia menyatakan bahwa kapal mengalami kelebihan muatan (overcapacity). Beban berat 40 ton sawit yang dibawa membuat kapal tidak mampu bertahan hingga akhirnya karam.

Dengan semua korban selamat, operasi ini menegaskan pentingnya koordinasi antara lembaga SAR dan kepolisian serta kesiapsiagaan di wilayah pesisir. Kejadian ini juga mengingatkan para pelaut tentang risiko membawa muatan berlebih di laut.

Kapal motortenggelamoverkapasitas muatanTim SARsawitPencarian dan Pertolongan (SAR)Jambi

Komentar

Memuat komentar...