AHY Tekankan Reformasi Vokasi Menuju Indonesia Maju 2045
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Indonesia harus melakukan reformasi pendidikan untuk menjadi negara maju. Ia menyampaikan hal tersebut saat orasi ilmiah yang dihadiri secara online pada Senin, 18 Mei 2023 di Dies Natalis Fakultas Vokasi Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat.
AHY memulai pidatonya dengan menyoroti kemajuan Korea Selatan dan Cina. Menurutnya, kedua negara tersebut berhasil memperkuat fondasi pendidikan dan human capital sehingga menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia. “Kalau kita belajar dari sejarah transformasi ekonomi di Asia, kita akan menemukan satu pola yang sama bahwa tidak ada negara industri maju tanpa pendidikan vokasi yang kuat,” tegasnya.
Ia menegaskan, “Jika Indonesia ingin menjadi negara yang maju pada tahun 2045 dan keluar dari middle income trap, maka reformasi pendidikan dan pemuatan vokasi tidak bisa ditunda lagi,” tegasnya. Dalam konteks ini, AHY menyoroti adanya mismatch besar antara kebutuhan industri nasional dan output pendidikan di Indonesia. Sektor-sektor seperti manufaktur, pertanian, perikanan, pertambangan, konstruksi, dan industri menyumbang lebih dari 50% terhadap PDB nasional. Namun, kebutuhan tenaga kerja teknis dan vokasional di sektor-sektor tersebut belum mampu dipenuhi oleh sistem pendidikan Indonesia.
“Tantangan kita hari ini bukan hanya meningkatkan akses pendidikan, tetapi memastikan pendidikan menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tegasnya. Untuk itu, AHY menekankan bahwa pendidikan vokasi harus menjadi salah satu tujuan strategis nasional ke depan. “Di era industrialisasi modern, great economy, dan digital economy, pendidikan vokasi adalah tulang punggung pembangunan nasional,” ujarnya.
AHY menyusun lima rekomendasi konkret untuk reformasi pendidikan:
- Memperkuat link and match antara kampus vokasi dan dunia industri.
- Memperkuat pendidikan di bidang science, technology, engineering, mathematics, dan medicine, terutama yang berkaitan langsung dengan pendidikan vokasi.
- Memperluas resapan dan innovation-based vocational education.
- Memperkuat sertifikasi kompetensi global agar jurusan vokasi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional.
- Memperkuat kolaborasi internasional agar institusi vokasi Indonesia menjadi world‑class vocational school with global impact.
Sebagai Menko, AHY meyakini bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berupa jalan, bendungan, pelabuhan, atau bandara. Ia menambahkan, “Karena itu, pembangunan infratruktur ke depan harus semakin terintegrasi dengan pembangunan pendidikan, pengembangan kawasan industri, pusat inovasi dan ekosistem vokasi nasional. Kita harus memastikan bahwa pembangunan ekonomi Indonesia melahirkan kesepatan kerja yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia sendiri,” pungkasnya.
Dengan menekankan sinergi antara pendidikan vokasi dan infrastruktur, AHY menegaskan bahwa Indonesia perlu menyesuaikan kurikulum dan fasilitas pendidikan agar dapat memproduksi tenaga kerja yang kompeten. Fokus pada kompetensi teknis dan sertifikasi global diharapkan dapat menutup kesenjangan antara permintaan industri dan penawaran tenaga kerja, sekaligus menempatkan Indonesia pada jalur menuju status negara maju pada 2045.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
