Air Suci Waisak Dipersembahkan di Mendut, Kirab ke Borobudur

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 111 dibaca
Bisik.id
Air Suci Waisak Dipersembahkan di Mendut, Kirab ke Borobudur

Gambar atau konten salah?

Air suci Waisak yang diambil dari Umbul Jumprit Temanggung disemayamkan di Candi Mendut, Magelang. Besok, bersama api dharma dan air suci, rombongan akan kirab menuju Candi Borobudur untuk perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2570 BE/2026.

Pada pukul 14.32 WIB, rombongan pembawa air suci tiba di Candi Mendut. Mereka membawa air suci dalam kendi yang dihormati.

Air suci tersebut dibawa oleh berbagai pejabat, termasuk Ketua DPD Walubi Jateng Tanto Soegito Harsono, yang menyalurkannya ke altar.

Di altar, air suci diletakkan, lalu didoakan secara bergantian oleh masing-masing majelis maupun sangha.

Di antara tamu hadir Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar dan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie.

Bhante Kamsai Sumano Mahathera berkata kepada wartawan: “Ini kita menyambut air suci. Makna itu air mengalir meta cinta kasih, kasih sayang kepada kita,”.

Kamsai menambahkan: “Sang Buddha selalu memberikan contoh di dalam fisik ada air suci. Sang Buddha selalu kasih contoh bahwa kalau di fisik mungkin air suci yang disebut air dari sungai, air dari hujan, dari mata air, tapi kalau air dharma itu adalah air metta, air cinta kasih, kasih sayang,”.

Ia melanjutkan: “Dari air suci dengan Dharma maka dharma itu tergantung kebijaksanaan itu. Misalnya hari ini kita ambil air, air itu kalau di ibadah di tempat Buddha selalu berbuat air blessing dapat berkah dari air. Air kalau kena di badan kita rasanya dingin dan segar. Mandi pun , minum pun semua itu tanda kebersihan. Jadi dalam Dharma juga metta, cinta kasih, kasih sayang,”.

Besok, 31 Mei 2026, akan menjadi puncak Tri Suci Waisak di Candi Borobudur. Hari tersebut diawali dengan kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur.

Detik-detik Waisak jatuh pada pukul 15.44.44 WIB. Kamsai berkata: “Ya memang lihat kesempurnaan. Setiap tahun berbeda-beda maka kita pilih yang detik-detik sempurnaannya sorenya. Maka semoga kita jam 3 sore sudah mulai persiapkan detik-detiknya,”.

Acara ini menampilkan kehadiran banyak pejabat dan pengikut Buddha yang berkumpul untuk merayakan tradisi keagamaan.

Air dari Umbul Jumprit dianggap suci dan diyakini membawa berkah, kebersihan, serta rasa cinta dan kasih sayang.

Perayaan ini menunjukkan bagaimana masyarakat menghormati tradisi sambil mengundang refleksi spiritual.

Rombongan akan melanjutkan prosesinya ke Candi Borobudur, tempat di mana doa akhir akan disampaikan.

Acara ini dijadwalkan berakhir dengan perayaan bersama tentang iman dan persatuan.

WaisakUmbul JumpritCandi MendutCandi Borobudurair suciTri Suci Waisakmetta

Komentar

Memuat komentar...