Ala Ayuning Dewasa Budi Kliwon Sinta: Aktivitas Baik & Buruk
Gambar atau konten salah?
08 April 2026 merupakan hari Ala ayuning dewasa Buda Kliwon Sinta, yang menurut kalender Bali dianggap cocok untuk beberapa kegiatan.
Kalender Bali mengklasifikasikan hari-hari ke dalam “ala ayuning dewasa” atau hari baik, berdasarkan perhitungan khusus yang digunakan oleh masyarakat Hindu di Bali. Hari ini, yang disebut Rabu 08 April 2026, termasuk dalam kategori ini, sehingga banyak orang menyesuaikan aktivitas mereka sesuai petunjuknya.
Berikut adalah rincian aktivitas yang dianjurkan atau tidak dianjurkan pada hari ini, lengkap dengan nilai “Alahing dewasa” yang menunjukkan tingkat kesesuaian:
- Banyu Milir – Baik untuk membuat sumur, kolam, membuka jalan air, dan ngirisin (menyadap nira). (Alahing dewasa 3)
- Carik Walangati – Tidak baik untuk pernikahan, wiwaha, atiwa‑tiwa/ngaben, atau membangun rumah. (Alahing dewasa 3)
- Cintamanik – Baik untuk upacara potong rambut. (Alahing dewasa 3)
- Dadig Krana – Baik menanam tebu dan mentimun. Tidak baik untuk upacara atau yadnya, rapat, atau berenggama. (Alahing dewasa 2)
- Kala Brahma – Mengandung arti kepanasan atau kesakitan. (Alahing dewasa 3)
- Kala Dangastra – Baik membangun tembok pekarangan dan membuat alat penangkap ikan. Tidak baik memulai pekerjaan penting atau upacara. (Alahing dewasa 3)
- Kala Dangu – Tidak baik memulai pekerjaan, pindah tempat, atau bepergian. (Alahing dewasa 3)
- Kala Mretyu – Baik membuat senjata, memulai pertempuran, memberi nasehat. Tidak baik bersenggama atau melakukan yadnya. (Alahing dewasa 3)
- Kala Siyung – Tidak baik, hari ini harus diwaspadai karena mengandung pengaruh buas. (Alahing dewasa 3)
- Kala Sudukan – Tidak baik memindahkan orang sakit atau melakukan unsur perombakan. (Alahing dewasa 3)
- Kala Tampak – Tidak baik untuk dewasa nikah. (Alahing dewasa 3)
- Kala Upa – Baik memulai atau memelihara ternak (wewalungan). (Alahing dewasa 4)
- Purwanin Dina – Tidak baik sebagai dewasa ayu. (Alahing dewasa 4)
- Salah Wadi – Tidak baik melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut) atau Pitra Yadnya (penguburan, atiwa‑tiwa/ngaben, nyekah, ngasti). (Alahing dewasa 3)
Selain daftar di atas, terdapat beberapa istilah tambahan seperti Laku Surya, Pancasuda, Lebu Katiup Angin, Ekajalaresi, dan Pratiti, yang masing‑masing memiliki makna tersendiri dalam konteks ritual dan aktivitas sehari‑harian.
Dengan mengikuti panduan ini, masyarakat dapat menyesuaikan kegiatan mereka agar selaras dengan energi yang dianggap baik atau tidak pada hari tertentu. Hal ini membantu menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial dan adat di Bali.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bendahara NasDem Pujikan Seskab Teddy, 'Jangkar Pemerintah'
Ratusan Desa Adat Pau Tampilkan Ngodak Sesuhunan di Ubud
Klungkung Sambut Galungan: Barong Ngelawang di Tugu Monumen
Kabupaten Jembrana Ajukan Sekolah Rakyat 5,9 Hektare ke Pusat
Polda Bali Perkenalkan Sistem Online SKCK, Proses Cepat
Wisatawan 21 Tahun Amuk di Pelabuhan Buyuk, Polisi Tindak
Berita Terbaru
32 KK Longsor Cisarua Masih Kontrakan, Bantu Sewa Rp172,8 Jt
Pelita Jaya Siap Hadapi Bogor Hornbills di Final IBL 2026
Jadwal Sholat Jumat 19/06/2026 di Jawa Timur: 38 Kabupaten
Neymar Kembali Latih Brasil, Siap Piala Dunia 2026
AHY Soroti Kesenjangan Wilayah di Kuliah UMUM IPDN Sumedang
Kubo Cedera Lutut, Timnas Jepang Imbang 2-2 di Dallas
Puasa 11 Muharram 2026 Bisa Dilaksanakan di Jumat Dilarang
11 Tanker Iran Melintasi Jalur Pelayaran Blokade Dicabut
Kebakaran Toko Bunga di Semarang, Tidak Ada Korban Jiwa
PLN: Perubahan Direksi, Dirut Tetap Darmawan Prasodjo