Ancelotti: Kemenangan Lebih dari Taktik, Fokus pada Pemain

Hendra M. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Ancelotti: Kemenangan Lebih dari Taktik, Fokus pada Pemain

Gambar atau konten salah?

Carlo Ancelotti, 66 tahun, telah menorehkan prestasi luar biasa di dunia sepakbola. Ia menjadi juara di lima liga top Eropa—Italia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol—dan juga membawa timnya meraih trofi Liga Champions.

Di antara pelatih seperti Pep Guardiola, Luis Enrique, dan Antonio Conte, yang sering dipuji karena kecerdasan taktik, Ancelotti seringkali dianggap lebih mengutamakan manajemen pemain. Bahkan, ia pernah dipanggil pelatih “miskin taktik” oleh beberapa pengamat.

Dalam sebuah wawancara, Ancelotti menegaskan bahwa kemenangan tidak hanya bergantung pada suasana ruang ganti. Kunci kesuksesan, menurutnya, adalah terus belajar, termasuk mengikuti perkembangan taktik modern.

“Saya tak memenangi banyak gelar hanya karena hubungan dengan para pemain,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa hubungan yang ia bangun dengan pemain memberi kesempatan untuk memaksimalkan potensi mereka, terkadang bahkan melampaui ekspektasi.

“Tapi itu hanya satu bagian dari permainan. Bagi saya tidak penting apakah orang mengatakan saya ahli taktik yang baik atau tidak. Yang bisa saya katakan adalah saya sangat memahami semua aspek permainan,” jelasnya.

Menanggapi perubahan dalam sepakbola, Ancelotti menyatakan, “Sepak bola terus berubah. Saya mencoba beradaptasi dengan apa yang terjadi. Sepak bola saat ini lebih analitis, jauh lebih intens, lebih mengandalkan fisik. Beberapa taktik, terutama taktik bertahan, tidak sepenting 10 tahun lalu. Generasi pelatih baru lebih fokus pada aspek menyerang daripada bertahan.”

Wawancara tersebut diambil oleh The Guardian, menyoroti pandangan Ancelotti tentang pentingnya belajar dan adaptasi dalam dunia sepakbola yang terus berkembang.

Secara keseluruhan, Ancelotti menegaskan bahwa kombinasi hubungan baik dengan pemain dan pemahaman taktik yang terus diperbarui menjadi kunci utama kesuksesannya.

Carlo Ancelottisepakbolataktikmanajemen pemainLiga Champions

Komentar

Memuat komentar...