Arsenal di Posisi Kedua, Arteta: Tak Ada Tekanan Lanjut
Gambar atau konten salah?
Arsenal kini berada di posisi kedua pada klasemen Premier League musim 2025/2026. Mikel Arteta, pelatih tim, tidak menganggap posisi ini menimbulkan tekanan psikologis bagi para pemainnya.
Tim kebun hijau baru saja menelan dua kekalahan berturut‑turut, yaitu melawan Bournemouth dan Manchester City. Akibatnya, Arsenal turun ke posisi kedua di pekan ke-33 setelah selama pekan ketujuh hingga pekan ke-32 berada di puncak klasemen.
Persaingan untuk gelar Premier League semakin sengit, dengan masih tersisa lima pertandingan. Man City mengambil alih puncak klasemen karena unggul selisih gol, sementara Arsenal juga memiliki 70 poin. Kedua klub berada di posisi yang sama dalam hal poin.
Arteta menyatakan bahwa berada di posisi kedua tidak memberi tekanan tambahan. “Tidak, karena sebelumnya dampak psikologisnya adalah kami dikejar selama berbulan‑bulan. Jadi, mana yang lebih baik, mana yang lebih buruk?” kata Arteta, yang dikutip dari situs resmi Arsenal.
Ia menekankan bahwa fokus utama tetap pada kemenangan di laga berikutnya. “Pada akhirnya, kami tahu apa yang terbaik, yaitu memenangkan pertandingan berikutnya. Jadi dampak psikologisnya berat terlepas dari posisi Anda karena Anda harus memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Arsenal dapat kembali ke puncak klasemen jika berhasil mengalahkan Newcastle City di Emirates Stadium pada Sabtu, 25 April 2026. Man City tidak bertanding akhir pekan ini karena akan tampil di Piala FA.
Secara keseluruhan, meski berada di posisi kedua, Arsenal tetap berusaha keras untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan, menunggu kesempatan untuk menyalurkan semangat juang di lapangan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
