Arsenal Raih Gelar Liga Inggris, Fans Sangat Tertangis

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Arsenal Raih Gelar Liga Inggris, Fans Sangat Tertangis

Gambar atau konten salah?

Para penggemar Arsenal seringkali meneteskan air mata ketika mereka menang. Momen ini terasa aneh karena air mata biasanya dikaitkan dengan kesedihan, bukan kegembiraan. Namun, ketika klub ini akhirnya meraih gelar Liga Inggris musim 2025/2026, banyak suporter tak bisa menahan tawa dan tangis bersamaan.

Keberhasilan ini datang setelah 22 tahun menunggu. Kemenangan itu terwujud ketika Manchester City berakhir imbang 1-1 di markas Bournemouth pada 20 Mei 2023 dini hari WIB. Hasil tersebut menegaskan posisi Arsenal sebagai juara, menandai akhir dari periode frustrasi yang panjang.

Fenomena meneteskan air mata saat bahagia dikenal sebagai happy tears. Menurut sumber Verywellmind, para ilmuwan telah lama mencoba menjelaskan mengapa emosi positif dapat memicu tangisan. Penelitian menunjukkan bahwa ketika seseorang merasakan kegembiraan yang mendalam, tubuhnya memproduksi hormon yang memicu air mata.

Teori pertama menyatakan bahwa happy tears muncul karena ada perasaan yang ditekan. Dalam hal ini, para suporter Arsenal mungkin menyimpan rasa sedih yang belum terselesaikan selama menunggu. Ketika akhirnya klubnya menang, ketegangan emosional itu dilepaskan dalam bentuk air mata.

Teori kedua, dikemukakan oleh Miceli dan Castelfranchi, menekankan bahwa semua jenis tangisan berasal dari perasaan frustrasi, ketidakberdayaan, dan pasrah. Menangis menjadi mekanisme alami untuk mengatasi emosi kuat, baik itu kegembiraan, frustrasi, atau kemarahan. Dalam konteks kemenangan, emosi positif memicu proses ini.

WebMD melaporkan bahwa ada empat jenis air mata positif: kegembiraan, kasih sayang, keindahan, dan pencapaian. Ketika seseorang menangis karena kebahagiaan, tubuhnya melepaskan oksitosin dan endorfin. Hormon-hormon ini membantu memperbaiki suasana hati dan memberi rasa lega.

Namun, menahan air mata atau merasa malu saat menangis dapat berbalik menjadi efek negatif. Penahanan ini dapat memperburuk mood, membuat seseorang merasa tertekan. Sebaliknya, membiarkan air mata mengalir dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.

Kesimpulannya, happy tears memiliki tujuan praktis. Mereka membantu mengelola emosi kuat, memberi rasa lega, dan memungkinkan individu pulih lebih baik dari perasaan awal. Bagi suporter Arsenal, momen menangis bersamaan dengan kebahagiaan menandai akhir dari 22 tahun menunggu, sekaligus memulai babak baru dalam sejarah klub.

ArsenalLiga InggrisHappy Tears22 Tahun MenungguKemenanganEmosi PositifHormon Oksitosin

Komentar

Memuat komentar...