AS Roma: Ranieri dan Gasperini Tandai Batas Koordinasi
Gambar atau konten salah?
AS Roma tengah berada di tengah-tengah kontroversi yang cukup tajam. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri tampak diam-diam berpisah di lapangan latihan. Menurut Corriere dello Sport, peristiwa itu terlihat pada sesi latihan di Trigoria pada Senin, 13 April 2024. Ranieri dan Gasperini duduk berjarak, menandai puncak ketegangan yang sudah lama terpendam.
Ranieri sebelumnya menyinggung performa tim di bawah kepemimpinan Gasperini, yang hanya mencatat 3 kemenangan dari 10 laga terakhir di semua ajang. Dalam wawancara akhir pekan lalu, ia menyiratkan bahwa Gasperini bukanlah sosok yang ia rekomendasikan ke manajemen. Ia menilai penunjukan Gasperini sebagai konsekuensi dari keputusan klub yang memilihnya.
"Tugas saya sangat berbeda dengan tugas pelatih. Saya memberikan masukan ketika diminta oleh pihak manajemen, bukan oleh pelatih. Saya jarang ikut campur dalam urusan di lapangan," ujar Ranieri. Ia menegaskan peranannya lebih sebagai penasihat daripada pelatih lapangan.
Ranieri kemudian menjelaskan proses pemilihan pelatih. "Saya menyebutkan lima atau enam nama pelatih. Tiga di antaranya tidak datang dan klub memilih Gasperini. Saya berbicara dengannya karena saya mengenalnya. Kami memilihnya karena prestasinya di Atalanta," tambahnya. Ia menyoroti hubungan pribadi dan rekam jejak Gasperini di klub sebelumnya.
Selanjutnya, ia menekankan strategi perekrutan pemain muda. "Apa yang terjadi sekarang adalah apa yang kami harapkan. Kami merekrut pemain muda, semuanya dipilih bersama-sama. Tidak ada satu pun yang datang tanpa persetujuannya. Ziolkowski, Ghilardi, Venturino, dan Zaragoza semuanya datang atas permintaannya, untuk memberikan pelatih sebuah tim yang hanya terpaut satu poin dari Liga Champions," jelas Ranieri.
Reaksi Gasperini tidak langsung muncul; ia tetap diam di tengah ketegangan. Sementara itu, pemilik Dan Friedkin, seorang asal Amerika Serikat, mengaku menghormati sikap Ranieri namun tetap menilai kinerja Gasperini masih on the track. Ia menegaskan bahwa klub masih berfokus pada performa di Serie A.
Hingga pekan ke-32, AS Roma berada di posisi ke-6 klasemen dengan 57 poin. Tim ini hanya terpaut 3 poin dari posisi ke-4 yang dipegang oleh Juventus, yang menentukan batas akhir masuk zona Liga Champions musim depan. Setelah tersingkir dari Liga Europa dan Coppa Italia, fokus klub kini hanya pada Serie A hingga akhir musim.
Dengan dinamika internal yang intens, AS Roma berusaha menyeimbangkan antara tekanan hasil dan strategi jangka panjang di tengah persaingan liga yang ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
