B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Hentikan Impor Solar

Surya B. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Hentikan Impor Solar

Gambar atau konten salah?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa program biodiesel B50 akan membawa dampak besar bagi keuangan negara. B50 adalah campuran bahan bakar nabati sebanyak 50 persen ke dalam minyak solar. Dengan program ini, negara bisa menghemat devisa hingga Rp170 triliun.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan program B40 yang hanya menghemat sekitar Rp133 triliun. B50 juga meningkatkan kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) dari 15,2 juta ton menjadi 16,3 juta ton. Ini artinya, petani sawit mendapat kepastian pasar yang lebih kuat. Nilai tambah industri CPO juga naik dari Rp20,92 triliun menjadi Rp23,49 triliun.

Program ini menjadi langkah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor solar. Indonesia saat ini mengonsumsi sekitar 38 juta hingga 40 juta kiloliter solar per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 3 juta hingga 4 juta kiloliter masih harus diimpor.

"Dengan implementasi B50, maka alhamdulillah kita tidak lagi melakukan impor produk solar ke negara kita. Ini adalah pertama kali," ujar Bahlil dalam keterangan tertulis Kementerian ESDM.

Selain menghemat devisa, B50 juga membuka lapangan kerja baru. Pada program B40, jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 1,8 juta orang. Dengan B50, angka itu naik menjadi 2,1 juta orang. Bahlil juga menyebut program ini membantu lingkungan. Emisi gas rumah kaca turun dari 39,66 juta ton CO2 menjadi sekitar 44,46 juta ton CO2.

"Upaya menjaga lingkungan juga diperkuat melalui penurunan emisi gas rumah kaca," kata Bahlil.

Secara keseluruhan, B50 bukan sekadar soal energi. Program ini menyentuh banyak sisi: penghematan negara, kesejahteraan petani, lapangan kerja, dan lingkungan. Semua manfaat itu berasal dari satu kebijakan yang sama.

B50hemat devisaCPOpetani sawitimpor solarlapangan kerjaemisi

Komentar

Memuat komentar...