Badar Agung Lulus Terbaik CT ARSA, Raih Gold Medali GYIFF 2026

Bima J. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Badar Agung Lulus Terbaik CT ARSA, Raih Gold Medali GYIFF 2026

Gambar atau konten salah?

Muhammad Badar Agung berasal dari Kebumen, Jawa Tengah, dan menempuh pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA Foundation Sukoharjo. Pada tahun ajaran 2025/2026, ia dinobatkan sebagai lulus terbaik Angkatan ke‑VI, menandai pencapaian gemilang di sekolah tersebut.

Ayah Badar dulu bekerja sebagai pedagang tasbih di kaki lima. Pada tahun 2020, beliau mengalami serangan stroke yang membuat kondisi kesehatan dan ekonomi keluarga menurun drastis. Dalam situasi sulit ini, beasiswa penuh yang diberikan oleh SMA Unggulan CT ARSA Foundation menjadi penolong utama bagi keluarga Badar.

Untuk masuk ke sekolah tersebut, Badar harus melewati proses seleksi yang ketat, termasuk survei rumah. Meskipun menghadapi tantangan, ia berhasil masuk dan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang unggul.

Selama menempuh pendidikan di SMA Unggulan CT ARSA, Badar menunjukkan prestasi luar biasa. Ia meraih Gold Medal di Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIFF) 2026. Bersama tim, ia mengembangkan katalis panel surya berbasis biofilm dari limbah kulit buah naga, menandai kontribusi ilmiahnya pada inovasi energi terbarukan.

Pengalaman belajar di sekolah tersebut tidak hanya meningkatkan nilai akademik, tetapi juga membentuk pola pikir dan perilaku Badar. Ia menyatakan, “CT ARSA juga memberi saya kesempatan untuk meneruskan studi lanjut ke luar negeri, mulai dari kelas 1 sudah disediakan pembinaan tentang studi lanjut dan informasi studi lanjut baik dari guru ataupun alumni,” ungkap Badar.

Di kelas 2, ia melanjutkan pembelajaran dengan ekstrakurikuler IELTS & SAT yang sangat membantu persiapan ujian masuk perguruan tinggi. Ia juga belajar berorganisasi, dengan pelatihan tanggung jawab tanpa melupakan status sebagai siswa. Ia mengungkapkan, “Di sekolah ini juga saya mulai belajar berorganisasi, di lingkup organisasi kami dilatih untuk bisa mengemban tanggung jawab tanpa melupakan status kami sebagai siswa.”

Setelah lulus, Badar memilih melanjutkan pendidikan di luar negeri. Ia diterima di Wageningen University di Belanda dan Monash University di Australia, namun akhirnya memutuskan untuk menempuh jurusan Environmental Engineering (Teknik Lingkungan) di Wageningen. Ia berharap dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menyediakan pasokan bahan pangan yang stabil, mengingat ia sering menyaksikan fluktuasi harga yang mengganggu UMKM dan rumah tangga.

Kesuksesan Badar tidak lepas dari dukungan pendiri SMA Unggulan CT ARSA Foundation, Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari Tanjung. Ia menyatakan, “Melalui CT ARSA, Ayahanda dan Ibunda memperkenalkan kami dengan dunia professional dengan mendatangkan berbagai civitas akademik professional. Terlebih lagi Ayahanda dan Ibunda juga membantu keluarga saya secara ekonomi karena biaya sekolah saya di SMA ditanggung 100%,” tutup Badar.

Dengan latar belakang keluarga yang sederhana, dukungan pendidikan yang kuat, dan tekad untuk berinovasi, Badar Agung menunjukkan bahwa peluang dapat ditemukan bahkan dalam situasi paling menantang. Ia kini menatap masa depan di luar negeri, membawa semangat untuk memajukan teknologi energi terbarukan dan keamanan pangan di Indonesia.

SMA Unggulan CT ARSA FoundationGold Medal GYIFFPanel Surya BiofilmWageningen UniversityEnvironmental EngineeringEnergi TerbarukanKeamanan Pangan

Komentar

Memuat komentar...