Banjir Sungai Menjangan Merendam 300 Rumah di Lumajang

Wati N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Banjir Sungai Menjangan Merendam 300 Rumah di Lumajang

Gambar atau konten salah?

Hujan deras yang menyambar wilayah hulu sejak Kamis malam membuat Sungai Menjangan meluap, menenggelamkan permukiman di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang pada 15 Mei 2026. Air mencapai ketinggian 1,5 meter dan merendam setidaknya 300 rumah di dua dusun, yakni Dusun Biting Satu dan Dusun Biting Dua.

Warga terpaksa mengangkat perabotan ke tempat lebih tinggi agar kerusakan minimal. Aktivitas harian terhenti total. Amiyah, salah satu korban, mengungkapkan bahwa air masuk ke dalam ruangan dan dapur, sehingga tidak bisa memasak. Ia berkata, “Banjir dari sungai meluap. Ketinggian satu meter setengah masuk ke dalam rumah. Dapur, aktivitas jelas terganggu,” kepada media.

Di sisi lain, Nurul menegaskan kebutuhan utama adalah bantuan makanan. Ia menambahkan, “Semua aktivitas terganggu karena air banjir masuk ke dalam rumah. Yang dibutuhkan makan karena tidak bisa masak.”

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, ada 300 Kepala Keluarga yang terdampak langsung. Yudhi Cahyono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD, melaporkan, “Hasil asesmen TRC BPBD ada 300 KK yang terdampak. Ada dua dusun, yakni Biting 1 dan 2 Desa Kutorenon.”

Selain merendam permukiman, banjir juga menurunkan lahan pertanian. Puluhan hektar lahan yang ditanami jagung, padi, hingga tebu dilaporkan terendam air, menimbulkan risiko gagal panen bagi petani setempat.

Sejauh ini, petugas BPBD masih bersiaga di lokasi, memantau debit air dan menyiapkan penanganan darurat bagi warga yang terdampak.

Situasi ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan dan respon cepat dalam menghadapi bencana alam. Banjir yang meluap menandai betapa rapuhnya kehidupan penduduk di daerah pesisir sungai, sekaligus menegaskan perlunya bantuan logistik dan pangan bagi yang terdampak.

Banjir Sungai MenjanganDesa KutorenonLumajangBPBDKenaikan air 1,5 mLahan pertanian terendamBantuan pangan

Komentar

Memuat komentar...