Barcelona Bimbang Pilih Transfer Joao Pedro Milik Chelsea
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Klub sepak bola Barcelona sedang meneliti opsi baru setelah rencana mereka untuk menambah Julian Alvarez dari Atlético Madrid tidak terwujud. Rencana awal menargetkan transfer pada musim panas 2026, namun harga yang diminta, mulai 100 juta Euro, membuat Barcelona mencari alternatif.
Dalam pencarian tersebut, Barcelona menaruh perhatian pada striker muda Chelsea, Joao Pedro. Pemain berusia 24 tahun baru saja menandatangani kontrak baru di Chelsea untuk musim 2025/26 dan membantu klub meraih Piala Dunia Antarklub 2025.
Statistiknya tidak perlu diperdebatkan. Dalam 48 laga di semua kompetisi, Pedro mencetak 20 gol dan memberikan sembilan assist. Kinerja ini membuat Direktur Olahraga Barcelona, Deco, menganggapnya sebagai kandidat potensial.
Namun Chelsea tidak berniat menjualnya. Kontrak Pedro masih berlaku hingga musim panas 2023 dan klub menilai pemain ini sebagai aset jangka panjang. Meski nilai pasar diperkirakan mencapai 75 juta Euro, Blues tetap menolak tawaran.
Apakah Barcelona dapat menggoda Pedro untuk bergabung di Camp Nou pada masa depan? Pertanyaan itu masih menunggu jawaban.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
