Barcelona Cari Penyerang Baru, Alvarez Terlalu Mahal
Gambar atau konten salah?
Ditulis oleh Afif Farhan, 29 April 2026.
Barcelona masih kesulitan menaklukkan Julian Alvarez. Klub Spanyol menilai harga yang diminta Atletico Madrid terlalu tinggi, yakni 100 juta Euro atau setara Rp 2 triliun. Selain itu, Alvarez masih terikat kontrak sampai musim panas 2030, sehingga menambah beban finansial.
Karena itu, Barcelona mencari alternatif. Salah satu nama yang muncul adalah Alexander Sorloth, striker lain dari Atletico. Pasar menilai Sorloth seharga 20 juta Euro, jauh di bawah target Alvarez.
Berbagai nama lain juga menjadi incaran. Joao Pedro dari Chelsea, Vedat Muriqi dari Mallorca, dan Dusan Vlahovic dari Juventus. Muriqi mencetak 21 gol di LaLiga musim 2025/26, sementara Vlahovic masih menunggu keputusan akhir. Selain itu, Lewandowski akan habis kontraknya di musim panas 2026, membuka peluang bagi Barcelona.
Berbagai opsi ini menunjukkan Barcelona harus menyesuaikan anggaran dan strategi perekrutan. Meskipun harga tinggi menjadi kendala, klub masih memiliki beberapa pilihan yang lebih terjangkau dan berpotensi memenuhi kebutuhan penyerang nomor 9 mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi