BBPOM Denpasar Luncurkan Intervensi Pangan di 13 Sekolah
Gambar atau konten salah?
BBPOM Denpasar baru saja memulai intervensi keamanan pangan pertama di wilayahnya, menargetkan 13 sekolah—7 SD, 4 SMP, dan 2 SMA. Program ini bagian dari prioritas BBPOM yang mencakup sekolah, desa, dan pasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BBPOM Denpasar, Made Ery Bahari Hantana, menjelaskan bahwa intervensi ini bersifat bertahap. “Intervensi ini berkaitan dengan anggaran ya. Jadi di tingkat provinsi, jadi wilayah kami seluruh kabupaten/kota, jadi bertahap. Beberapa program memang sudah dijalankan, cuma intervensi penuh melalui tahapan-tahapan itu memang baru dilaksanakan tahun ini,” katanya pada 22 April 2026.
Ia menambahkan bahwa program sekolah tahun ini akan melibatkan 30 sekolah lain pada tahap intervensi kedua, yang fokusnya pada edukasi. Sementara itu, tiga desa dan satu kelurahan menjadi sasaran program: Desa Sumerta Kelod, Sidakarya, Padangsambian Klod, dan Kelurahan Peguyangan.
Program pasar menargetkan Pasar Padangsambian. “Kami hanya berkesempatan untuk menyasar satu pasar saja setiap tahun. Tahun ini Pasar Padangsambian. Tetapi nanti pasar lain tetap penbinaan,” jelas Hantana.
Data hingga 2025 menunjukkan cakupan intervensi BBPOM masih rendah. Di tingkat provinsi, intervensi mencakup 12 persen desa, 3,71 persen sekolah, dan 3,6 persen pasar. Di Kota Denpasar, cakupan mencapai 12 persen desa, 0 persen sekolah, dan 3,03 persen pasar.
Hantana menegaskan koordinasi dengan pemerintah daerah. Ia menyebutkan audiensi dengan Wakil dan Kepala Dinas terkait, serta kerja sama dengan PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan), dan Disdikpora (Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga). “Kita juga pemerataan, kita harapkan dari kecamatan ada keterwakilan juga. Intervensi sepenuhnya masih terkait dengan waktu dan anggaran,” tambahnya.
Seorang Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menekankan pentingnya tiga entitas—pasar, desa, dan sekolah—sebagai motor penggerak dalam sosialisasi, edukasi, dan pendampingan. “Kalau pangannya aman itu masyarakatnya jadi sehat. Semoga masyarakat semakin sadar akan menyajikan konsumsi di level aman. Mulai dari penyediaan bahan, produksi, sampai distribusinya, dan akhirnya dikonsumsi masyarakat dalam keadaan aman,” jelas Eddy Mulya.
Ia juga menegaskan perlunya pemantauan, khususnya pada layanan makanan online dan produk yang didistribusikan secara mandiri ke seluruh wilayah Denpasar.
Walaupun cakupan masih terbatas, langkah-langkah ini menunjukkan komitmen BBPOM dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan keamanan pangan. Dengan melibatkan lebih banyak sekolah, desa, dan pasar, program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan praktik pangan aman di masyarakat Denpasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
