BEI Dorong Anggota Bursa Jadi Penyedia Likuiditas Saham

Hari W. · 2 min baca · 2 hari lalu · 7 dibaca
Bisik.id
BEI Dorong Anggota Bursa Jadi Penyedia Likuiditas Saham

Gambar atau konten salah?

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong Anggota Bursa (AB) untuk berperan sebagai penyedia likuiditas, atau lebih dikenal sebagai Liquidity Provider (LP). Langkah ini dianggap strategis untuk memperkuat kualitas, likuiditas, dan daya tarik perdagangan saham di pasar modal.

Jeffrey Hendrik, Pj. Direktur Utama BEI, menyatakan bahwa minat AB sebagai LP terus menunjukkan perkembangan. Ia menegaskan bahwa partisipasi AB semakin meningkat dan menjadi komitmen bersama dalam mendukung kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa.

Sejak 20 April 2026, Phintraco Sekuritas menjadi sekuritas pertama yang melakukan kuotasi LP saham, diikuti oleh Mandiri Sekuritas pada 4 Mei 2026. Kedua perusahaan ini telah memulai program kuotasi pada saham‑saham tertentu di BEI.

Saham yang menjadi contoh kuotasi LP oleh Phintraco Sekuritas meliputi PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Berdasarkan data BEI, saham‑saham tersebut menunjukkan peningkatan rata‑harian nilai transaksi antara 25,98 % hingga 119,44 % pada periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi LP. Hal ini menandakan adanya peningkatan likuiditas yang signifikan.

“Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” jelas Jeffrey Hendrik pada keterangan tertulis tanggal 9 Juni 2026.

Ferawati, Direktur Utama Phintraco Sekuritas, menegaskan bahwa perkembangan LP saham menunjukkan arah positif dalam memperkuat struktur perdagangan sejak awal implementasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan program LP memerlukan kolaborasi erat antara Bursa, AB, emiten, asosiasi, dan investor.

Phintraco Sekuritas telah menyiapkan infrastruktur sistem, kesiapan dealing team, serta framework risk management guna memastikan aktivitas kuotasi berjalan optimal dan berkelanjutan. Aktivitas LP tidak hanya fokus pada penyediaan kuotasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel.

Ferawati tidak menampik tantangan utama dalam aktivitas LP, yaitu menjaga konsistensi kuotasi di tengah dinamika kondisi pasar. Ia menambahkan bahwa LP membutuhkan disiplin trading, dukungan teknologi, dan pengelolaan risiko yang kuat.

Meskipun demikian, Phintraco Sekuritas memandang prospek LP Saham di Indonesia cukup baik seiring fokus BEI dan regulator dalam mendorong market deepening dan peningkatan kualitas perdagangan pasar modal Indonesia.

“Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan,” ujarnya.

BEI berharap jumlah AB yang bergabung dalam program ini dapat terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan skema LP saham di pasar. Program ini menjadi bagian dari komitmen BEI untuk memperdalam pasar modal Indonesia dan meningkatkan kualitas perdagangan.

Dengan adanya LP, BEI berupaya menciptakan perdagangan yang lebih likuid, efisien, dan transparan, sekaligus menarik minat investor baru. Keterlibatan AB sebagai penyedia likuiditas menjadi elemen penting dalam strategi tersebut.

Secara keseluruhan, program LP di BEI menandai langkah konkret dalam memperkuat pasar modal Indonesia. Keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi semua pihak dan komitmen untuk menjaga konsistensi serta kualitas kuotasi.

Liquidity ProviderBursa Efek IndonesiaPhintraco Sekuritaslikuiditasperdagangan sahampengembangan pasar modalinvestorkerja sama AB

Komentar

Memuat komentar...