Berat Badan Naik Meski Makan Sedikit, BMR Bertindak

Cahyo S. · 1 min baca · 25 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Berat Badan Naik Meski Makan Sedikit, BMR Bertindak

Gambar atau konten salah?

Di Jakarta, banyak orang yang merasa hanya makan sedikit namun berat badan tetap naik. Hal ini sering menimbulkan rasa frustrasi, terutama bagi yang sedang berusaha menjaga berat tubuh.

Secara medis, perasaan ini bukan sekadar persepsi. Banyak faktor yang memengaruhi, mulai dari metabolisme hingga hormon. Menurut dokter spesialis gizi klinik, dr Iflan Nauval, M.ScIH, SpGK, Subsp.KM, SpKKLP, AIFO‑K, kondisi ini dipengaruhi oleh Basal Metabolic Rate (BMR), yaitu jumlah kalori minimum yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar saat istirahat total.

“Kalau yang pribadi‑pribadinya sedikit makan (gampang) gemuk, berarti ada masalah BMR‑nya atau basal metabolic rate‑nya sudah melambat,” kata dr Iflan di Kawasan PIK 2, Kabupaten Tangerang, Jumat 08 Mei 2026.

“Ototnya juga sudah mulai malas membakar (kalori, red),” sambungnya. Untuk mengatasi masalah BMR ini, dr Iflan menekankan pentingnya menaikkan massa otot.

“Jadi itu ototnya harus dibangkitkan, karena organ metabolisme terbesar selain liver adalah otot‑ototnya,” jelasnya.

Di sisi lain, dr Iflan juga menyebut orang yang makan banyak namun berat badan tetap sama. Menurutnya, golongan ini termasuk yang “beruntung.” “Jadi itu memang ada namanya di genetik, dia itu basal metaboliknya dia itu meningkat tinggi. Bukan meningkat, dia beruntung dengan genetik yang ‘beruntung’,” tutupnya.

Secara singkat, tubuh yang menurunkan BMR atau memiliki otot yang tidak aktif cenderung menambah berat. Sementara faktor genetik dapat membuat seseorang lebih mudah menahan berat badan meski asupan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga otot dan memahami metabolisme pribadi penting bagi kontrol berat tubuh.

BMRmetabolismeototgenetikberat badankaloridr Iflan

Komentar

Memuat komentar...