Bernardo Tavares Ungkap Kecewa: Derby Jatim Tanpa Suporter
Gambar atau konten salah?
Bernardo Tavares, pelatih Persebaya, mengekspresikan kekecewaannya atas kondisi Derby Jatim yang berlangsung tanpa suporter. Ia menegaskan bahwa para pemain secara alami menginginkan suasana stadion yang riuh, baik dari suporter tuan rumah maupun tamu.
Derby Jatim, pertemuan klasik antara Arema FC dan Persebaya, dijadwalkan di arena netral Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar. Waktu pertandingan ditetapkan pada sore hari pukul 15.30 WIB, menandai awal laga yang penuh harapan.
Putaran pertama, yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, markas Persebaya Surabaya, berakhir dengan skor 1-1. Pertandingan berjalan lancar, menunjukkan bahwa kedua tim mampu menampilkan permainan yang seimbang.
Dalam wawancara pers menjelang laga, Tavares menyatakan, “ Saya pikir semua pemain ingin bermain dengan kehadiran suporter. Pemain sepak bola, pelatih, saya rasa semua orang lebih memilih bermain dengan dukungan suporter, baik itu suporter tuan rumah, suporter tim tamu, di mana pun,” ujar ia.
Ia menambahkan bahwa meski situasi tidak ideal, ia tetap berusaha menjaga fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan. “Namun bagi kami, kami harus fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan, yaitu pertandingan itu sendiri, serta berusaha membuat rencana yang baik dan menjalankannya,” tutupnya.
Dengan pendekatan pragmatis, Tavares menekankan pentingnya konsentrasi di lapangan, mengabaikan faktor eksternal yang tidak dapat diubah. Fokus ini diharapkan dapat membantu Persebaya menampilkan performa terbaik dan meraih kemenangan atas Arema.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
