Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Tembesi

Fandi R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Sungai Tembesi

Gambar atau konten salah?

Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun, Muhammad Fajri Setiawan, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa setelah dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Tembesi, Sarolangun, Jambi. Tim SAR gabungan menemukan jasad korban pada Senin siang, 06 Juli 2026, sekitar 9,8 kilometer dari lokasi awal kejadian.

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada Senin siang," ujar Lutfi Mulyawan, Humas Kantor SAR Jambi.

Fajri pertama kali dilaporkan tenggelam pada Kamis, 02 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, ia sedang mandi dan berenang bersama teman-temannya di Sungai Tembesi, Kelurahan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Arus sungai yang deras diduga menyeretnya hingga hilang dari pandangan.

Pencarian telah dilakukan sejak hari pertama pelaporan. Tim SAR menyisir sungai sejauh 12 kilometer ke arah hilir. Cuaca berawan pada Senin siang akhirnya membawa titik terang. "Korban ditemukan mengapung dalam keadaan meninggal dunia, berjarak sekitar 9,8 Km dari lokasi awal korban dilaporkan hilang," kata Lutfi.

Setelah ditemukan, tim SAR gabungan langsung melakukan evakuasi. Jenazah korban kemudian diserahkan ke rumah duka untuk proses persemayaman. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing.

Lutfi menambahkan, keberhasilan operasi ini adalah hasil kerja sama dari berbagai instansi di lapangan. Mereka yang terlibat antara lain rescue Pos SAR Bungo, personel Damkar Sarolangun, personel Polsek Pauh, personel Babinsa, personel BPBD Sarolangun, serta bantuan dari masyarakat setempat.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Jambi pada Jumat, 03 Juli 2026, menjelaskan kronologi awal kejadian. "Namun, di tengah aktivitas tersebut, korban mendadak tenggelam dan hilang terseret arus sungai," katanya. Fajri adalah warga RT 5 Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya bermain di sungai dengan arus kuat, terutama bagi anak-anak. Meski pencarian berakhir dengan duka, sinergi antara tim penyelamat dan warga setempat patut diapresiasi. Mereka bekerja tanpa lelah selama empat hari, menyisir sungai hingga akhirnya menemukan korban. Operasi SAR yang melibatkan banyak pihak ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama dalam situasi darurat.

bocah tenggelamSungai TembesiSAR Jambimeninggal duniaarus derasSarolangunevakuasi

Komentar

Memuat komentar...