Realisasi Pajak Sumsel Baru 46 Persen
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mencatat penerimaan pajak daerah hingga akhir Juni 2026 baru mencapai 46 persen dari total target yang ditetapkan. Angka itu setara dengan Rp 1,87 triliun, sementara target pajak daerah tahun ini sebesar Rp 4,07 triliun.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumsel, Achmad Rizwan, menyampaikan data tersebut pada Sabtu, 4 Juli 2026. "Per 30 Juni 2026, realisasi pajak daerah telah mencapai Rp 1,87 triliun atau 46 persen dari target Rp 4,07 triliun. Kami akan mengoptimalkan potensi pendapatan daerah pada semester II agar target yang ditetapkan dapat tercapai," ujarnya.
Meskipun baru setengah jalan dari target, Achmad Rizwan menilai capaian ini masih dalam jalur yang positif. Pihaknya optimistis target penerimaan hingga akhir tahun bisa tercapai. Optimasi akan dilakukan melalui berbagai langkah.
Pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBB-KB) menjadi penyumbang terbesar. Realisasinya mencapai Rp 924,82 miliar, atau 59,81 persen dari target Rp 1,546 triliun.
Pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) berada di urutan kedua. Realisasinya Rp 361,91 miliar, atau 43,32 persen dari target Rp 835,43 miliar. Pajak kendaraan bermotor (PKB) tercatat Rp 336,94 miliar, atau 38,51 persen dari target Rp 875,05 miliar.
Pajak air permukaan (PAP) terealisasi Rp 18,76 miliar, atau 54,68 persen dari target Rp 34,32 miliar. Pajak rokok mencapai Rp 221,64 miliar, atau 29,76 persen dari target Rp 744,78 miliar. Pajak alat berat terkumpul Rp 2,47 miliar, atau 39,19 persen dari target Rp 6,30 miliar. Opsen pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) baru Rp 6,30 miliar, atau 21,52 persen dari target Rp 29,27 miliar.
Achmad Rizwan mengatakan, pihaknya akan terus mendorong peningkatan penerimaan PKB. Salah satu caranya dengan meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak. Aplikasi Siguntang, sistem informasi penagihan untuk PKB terintegrasi, terus dioptimalkan penggunaannya.
"Melalui aplikasi tersebut, petugas dapat melakukan pendataan serta menyampaikan pengingat kepada wajib pajak yang masih memiliki tunggakan," katanya.
Selain itu, Bapenda Sumsel rutin menggelar Program Siguntang Menyapa setiap hari Selasa secara serentak di kabupaten dan kota di Sumsel. Dalam program ini, petugas mendatangi langsung wajib pajak. Mereka mengedukasi pentingnya membayar pajak tepat waktu, sekaligus mengingatkan para penunggak.
"Kami berharap kesadaran dan kepatuhan masyarakat membayar PKB meningkat, sehingga penerimaan optimal," tegasnya.
Dari data yang ada, terlihat bahwa penerimaan pajak daerah Sumsel masih didominasi oleh sektor kendaraan bermotor. Tiga jenis pajak terbesar—PBB-KB, BBN-KB, dan PKB—berasal dari kendaraan. Sementara itu, pajak rokok dan opsen MBLB masih jauh dari target. Pemerintah daerah mengandalkan kombinasi teknologi dan pendekatan langsung ke masyarakat untuk mengejar target di sisa tahun ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
