Hasil Tangkapan Nelayan Turun 75% Akibat Erupsi Anak Krakatau

Andi B. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Hasil Tangkapan Nelayan Turun 75% Akibat Erupsi Anak Krakatau

Gambar atau konten salah?

Lampung — Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meningkat membuat nelayan di perairan Selat Sunda merasakan dampak langsung. Mereka dilarang melaut dalam radius 5 kilometer dari kawah. Akibatnya, hasil tangkapan ikan turun drastis hingga 75 persen.

Yudi, seorang nelayan di Dermaga Bom, Lampung Selatan, mengatakan para nelayan mematuhi larangan pemerintah. Mereka tidak lagi berani mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau. Sebagian besar kini memilih melaut di perairan sekitar Kalianda yang dianggap lebih aman.

"Teman-teman nelayan mengikuti imbauan pemerintah. Sekarang kami tidak ada yang sampai ke Pulau Krakatau. Paling jauh hanya sampai sekitar Pulau Sebuku, itu pun hanya satu dua orang. Kebanyakan melaut di perairan sekitar Kalianda," kata Yudi pada Senin, 6 Juli 2026.

Meski masih melaut, Yudi mengakui aktivitas vulkanik gunung itu memengaruhi tangkapan ikan. Menurutnya, getaran dari erupsi membuat ikan menjauh dari lokasi penangkapan yang biasa menjadi andalan nelayan.

"Kalau pengaruh terhadap pendapatan sudah pasti ada. Biasanya kalau ada getaran atau letusan Gunung Anak Krakatau, hasil tangkapan nelayan ikut berkurang," ujarnya.

Yudi mengungkapkan pendapatan nelayan saat ini turun hingga 75 persen dibandingkan kondisi normal. Namun, ia menilai penurunan itu belum sepenuhnya disebabkan oleh letusan Gunung Anak Krakatau. Faktor lain ikut berperan.

"Kalau sementara ini perbandingannya sangat jauh, bisa sampai 75 persen. Tapi memang belum bisa dibilang seluruhnya karena letusan Gunung Anak Krakatau. Kondisinya juga bertepatan setelah fase terang bulan, jadi teman-teman nelayan baru mulai kembali melaut," jelasnya.

Ia berharap aktivitas Gunung Anak Krakatau segera mereda. Dengan begitu, kondisi perairan bisa kembali normal dan penghasilan nelayan pulih.

"Mudah-mudahan tidak berlangsung lama. Kasihan teman-teman nelayan yang menggantungkan hidup dari hasil melaut," pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah telah menaikkan status Gunung Anak Krakatau dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga. Jarak aman pun diperluas dari 2 kilometer menjadi 3 kilometer. Nelayan di sekitar Selat Sunda kini harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru ini. Mereka berharap aktivitas vulkanik segera menurun agar bisa kembali melaut seperti biasa.

Gunung Anak KrakataunelayanSelat Sundahasil tangkapanpenurunan pendapatanaktivitas vulkaniklarangan melaut

Komentar

Memuat komentar...