Bontang Belajar ke Kendari, IPM Tembus 86
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Bontang, Kalimantan Timur, melakukan kunjungan ke Kota Kendari. Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi. Kedua pemerintah daerah saling bertukar pengalaman dan strategi. Tujuannya jelas: meningkatkan kesejahteraan warga masing-masing.
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari pada Selasa, 07 Juli 2026. Suasana hangat terasa. Momen ini diharapkan bisa memperkuat kerja sama antar daerah. Terutama dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan yang terus berubah.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut baik rombongan dari Bontang. Ia menekankan satu hal: kolaborasi dan kemampuan beradaptasi itu penting bagi pemerintah daerah saat ini.
"Kunjungan ini adalah momentum yang sangat penting antara Pemerintah Kota Kendari dan Pemerintah Kota Bontang. Saat ini seluruh pemerintah daerah di Indonesia dituntut untuk bergerak lebih adaptif, lincah, mampu berkolaborasi, serta menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan," kata Siska.
Siska juga berbicara terus terang tentang tantangan yang dihadapi kotanya. Bontang kaya akan sumber daya alam (SDA). Kendari tidak. Kendari harus mengandalkan sektor jasa, perdagangan, dan UMKM untuk menggerakkan ekonomi.
"Kami menyadari kapasitas fiskal Kota Kendari tidak sama dengan daerah penghasil sumber daya alam seperti Kota Bontang. Namun hal tersebut tidak mengurangi semangat kami untuk terus berinovasi, meningkatkan pelayanan publik, serta menghadirkan pembangunan yang memberi manfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Meski minim SDA, Kendari punya prestasi yang patut diacungi jempol. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara terbuka memuji kemajuan pesat Kota Kendari. Ia mengaku ingin belajar dari sana.
"Kami datang ke Kota Kendari untuk belajar. Banyak hal yang akan kami adopsi dari Kota Kendari. Luar biasa sekali capaian pemerintahannya," kata Neni.
Salah satu yang paling disorot Neni adalah angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari. IPM Kendari berhasil menembus peringkat keenam secara nasional.
"IPM Kota Bontang saat ini berada pada angka 83,4 dan menjadi yang tertinggi di Kalimantan Timur. Namun Kota Kendari telah mencapai angka sekitar 86 dan berada pada posisi kehormatan keenam secara nasional. Ini merupakan prestasi yang luar biasa dan menjadi inspirasi bagi kami," tambahnya.
Neni percaya kualitas sumber daya manusia adalah kunci utama daya saing daerah. Lewat kunjungan ini, ia berharap berbagai inovasi dari Kendari bisa dibawa pulang dan diterapkan di Kota Bontang.
"Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Kendari. Saya bangga dengan berbagai kemajuan yang telah dicapai Kota Kendari. Banyak hal yang dapat kami tiru dan adopsi untuk diterapkan di Kota Bontang," tuturnya menutup pertemuan.
Kota Kendari membuktikan bahwa keterbatasan sumber daya alam bukanlah akhir dari segalanya. Dengan fokus pada sektor jasa, perdagangan, dan UMKM, serta inovasi dalam pelayanan publik, Kendari berhasil meraih IPM tinggi. Prestasi ini menjadi contoh nyata bahwa kualitas sumber daya manusia bisa menjadi motor penggerak pembangunan, bahkan tanpa kekayaan alam yang melimpah.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Doa Rosario Selasa 7 Juli 2026: Peristiwa Sedih
Surat Diskresi Bahlil Tak Jamin Kemenangan IAS di Musda Golkar
7 Juli: Hari Pustakawan, Maaf, dan Damai
Pria Toraja Sembunyikan Gigitan Anjing, Tewas Rabies
Renungan Katolik: Percaya pada Tuhan sebagai Perisai Hidup
7 Juli 2026 Bertepatan dengan 22 Muharram 1448 H
Berita Terbaru
Bontang Belajar ke Kendari, IPM Tembus 86
Dirut Bulog Cek Stok Beras Papua, Targetkan Stok Tiga Kali Lipat
Polisi Misterius Bantu Korban Kebakaran Sukabumi
DPRD Dorong Ekraf Jadi Mesin Ekonomi Baru Daerah
Pedagang Minta Shuttle Gratis Sebelum Malioboro Bebas Mobil
5 Merek Mobil Eropa yang Sering Salah Ucap
Ronaldo Menangis, Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Laptop Dua Layar Makin Diminati, Ini Pilihannya