BPOM Awasi Ketat Makan Bergizi Gratis

Cahyo S. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
BPOM Awasi Ketat Makan Bergizi Gratis

Gambar atau konten salah?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dibagikan pada Senin, 13 Juli 2026. Pembagian ini bertepatan dengan dimulainya kembali kegiatan sekolah setelah liburan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan tetap melakukan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan dalam program ini.

Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa lembaganya sudah terlibat dalam pengawasan MBG sejak awal program berjalan. Bukan hanya saat distribusi dimulai lagi setelah libur.

"Oh iya, Badan POM sudah terlibat pengawasan sejak lama. Dan memang salah satu tugas Badan POM, satu-satunya lembaga berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115, lembaga negara yang tugasnya pengawasan adalah Badan POM. Lembaga lain atau kementerian lain tugasnya pelaksana," kata Taruna kepada wartawan pada Senin, 13 Juli 2026.

Taruna menjelaskan, pengawasan dilakukan secara bertahap. Banyak pihak dilibatkan. Pengawasan tidak hanya menyasar makanan yang siap disajikan. Bahan baku juga diperiksa. Edukasi bagi pengelola pangan juga diberikan.

"Bukan hanya setelah ini, tapi sejak lama. Pelaksanaan pengawasan ini kita lakukan secara berjenjang. Kita bekerja sama dengan berbagai stakeholder," ujarnya.

Proses pengawasan dimulai dari kegiatan pemantauan atau surveillance. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan terhadap bahan pangan yang digunakan dalam MBG.

"Jadi mulai dari surveillance-nya, kemudian kita awasi bagaimana bahan produknya. Kemudian kita berikan edukasi bersama," lanjut Taruna.

BPOM juga bekerja sama dengan sejumlah institusi untuk memberikan edukasi tentang keamanan pangan. Dua di antaranya adalah Kementerian Pertahanan dan Universitas Pertahanan.

"Salah satunya dengan Kementerian Pertahanan, Universitas Pertahanan, kita bekerja sama dalam hal edukasi SPPI dan penjamah pangannya," kata Taruna.

Anggaran Belum Cair, Pengawasan Tetap Jalan

Saat ditanya soal anggaran pengawasan MBG, Taruna mengungkapkan bahwa dana tersebut belum dicairkan. Namun, ia memastikan hal itu tidak menghambat tugas BPOM.

"Anggaran itu belum cair," ujarnya.

Meskipun begitu, BPOM tetap menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

"Tapi sekali lagi, ada anggaran atau tidak ada anggaran, kita akan jalan terus dan kita akan dukung maksimal Program Makan Bergizi Gratis," tegas Taruna.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa distribusi MBG kembali dimulai pada 13 Juli 2026 di berbagai daerah. Program ini sempat dihentikan selama libur sekolah.

"Mulai 13 Juli 2026, Program Makan Bergizi Gratis kembali didistribusikan kepada para penerima manfaat di berbagai daerah," tulis BGN melalui akun resminya.

BGN menyebutkan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah melakukan berbagai persiapan. Tujuannya agar operasional berjalan aman, lancar, dan kualitas setiap porsi makanan tetap terjaga.

Program MBG sebelumnya dihentikan sementara selama masa libur sekolah berdasarkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026. Kebijakan ini disebut mampu menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp 3 triliun.

Program Makan Bergizi Gratis adalah inisiatif pemerintah untuk menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah. Pengawasan dari BPOM memastikan makanan yang dibagikan aman dikonsumsi. Meskipun ada tantangan anggaran, pengawasan tetap menjadi prioritas utama.

Makan Bergizi GratisBPOMpengawasankeamanan panganedukasianggarandistribusi

Komentar

Memuat komentar...