Buda Paing Landep Jelaskan 'Ala Ayuning Dewasa' Kalender Bali
Gambar atau konten salah?
Pada 15 April 2026, Buda Paing Landep menulis di Denpasar tentang konsep ala ayuning dewasa dalam Kalender Bali.
Konsep ini digunakan oleh masyarakat Hindu di Bali untuk menentukan apakah suatu hari baik atau tidak untuk melakukan kegiatan adat dan ritual. Kalender Bali menghitung hari-hari tertentu berdasarkan perhitungan khusus.
Informasi lengkap dapat dilihat di kalenderbali.org.
- Gagak Anungsang Pati. Tidak baik melakukan upacara membakar mayat, atiwa-tiwa (Alahing dewasa 2).
- Guntur Umah/Graha. Baik untuk membangun atau memindahkan rumah. (Alahing dewasa 3).
- Kala Guru. Baik untuk membuat peraturan, awig-awig. (Alahing dewasa 3).
- Kala Luang. Baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian. (Alahing dewasa 3).
- Kala Pati. Baik untuk membuat jerat dan memasangnya, pembuat pengrusak. Tidak baik untuk semua upacara dan pekerjaan yang lainnya. (Alahing dewasa 3).
- Kala Prawani. Tidak baik untuk semua kegiatan, hari ini mengandung pengaruh yang kurang baik. (Alahing dewasa 3).
- Kala Sudangastra. Baik untuk membuat alat-alat yang runcing. (Alahing dewasa 3).
- Kala Wisesa. Baik untuk menebang kayu bahan bangunan, memulai suatukegiatan, mengangkat/melantik petugas. (Alahing dewasa 4).
- Panca Prawani. Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2).
- Purwani. Tidak baik dipakai dewasa. (Alahing dewasa 2).
- Salah Wadi. Tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.) Pitra Yadnya (Penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti dll. (Alahing dewasa 3).
- Taliwangke. Baik untuk memasang tali penghambat di sawah atau di kebun, memperbaiki pagar, membuat tali pengikat padi/benda-benda mati. Tidak baik untuk mulai mengerjakan benang tenun, membuat tali ternak. (Alahing dewasa 3).
- Titibuwuk. Baik untuk menghilangkan penyakit karena guna-guna dan sejenisnya. Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan penting bepergian, membuat tangga/banggul. (Alahing dewasa 3).
- Pararasan: Laku Air, Pancasuda: Wisesa Segara, Ekajalaresi: Werdi Putra, Pratiti: Saskara. (iws/iws)
Setiap hari dalam kalender memiliki karakteristik tersendiri. Beberapa hari dianggap baik untuk membangun rumah, sementara yang lain lebih cocok untuk ritual tertentu.
Ala ayuning dewasa membantu warga memilih hari yang tepat untuk membangun, menanam, atau melaksanakan upacara. Informasi ini penting bagi perencanaan kegiatan sehari‑harian.
Dengan mengacu pada daftar ini, orang dapat menghindari hari yang tidak baik dan memanfaatkan hari yang mendukung keberhasilan aktivitas mereka. Kegiatan yang direncanakan biasanya disesuaikan dengan jenis hari tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
