Bulan Bung Karno ke-8 di Art Center Denpasar Gubernur Koster

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
Bulan Bung Karno ke-8 di Art Center Denpasar Gubernur Koster

Gambar atau konten salah?

Gubernur Bali Wayan Koster membuka Bulan Bung Karno ke-8 di Art Center Denpasar pada 01 Juni 2026. Tema acara adalah Kawya Atma Kerthi, yang menekankan pentingnya ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa.

Dalam pidatonya, Koster menegaskan bahwa Bulan Bung Karno bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum ideologis dan kulturan. Ia mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali api perjuangan Sang Plokamator dalam kesadaran kolektif bersama.

“Bulan Bung Karno adalah ruang batin untuk merawat ingatan kolektif bangsa. Bung Karno tidak hanya mewariskan kemerdekaan, tetapi juga mewariskan jiwa. Jiwa yang berani bermimpi besar, berpikir melampaui zamannya dan bertindak demi kepentingan rakyat,” ujar Koster.

Selanjutnya, Koster mengutip Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Bali mengenai perjalanan perjuangan Karno. Ia menyampaikan, “Sejarah mencatat, jalan perjuangan beliau ditempa dalam tekanan, penjara dan pengasingan. Namun, justru dari keterbatasan itu lah lahir gagasan besar tentang Indonesia merdeka, bangsa yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” beber Ketua DPD PDIP Bali itu.

Gubernur juga menyoroti rasa kagum Karno terhadap Pulau Dewata. Ia mengatakan bahwa presiden pertama RI memandang Bali sebagai ruang hidup kebudayaan yang utuh, tempat nilai spiritual, tradisi, dan kehidupan sosial berpadu secara harmonis.

“Dalam pandangan beliau Bali mencerminkan kekuatan jati diri bangsa, di mana warisan leluhur tetap terjaga, sekaligus mampu berjalan seiring dalam perkembangan zaman,” katanya.

Menurut Koster, pandangan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa Bali tidak hanya harus maju, tetapi juga harus tetap teguh menjaga identitas dan nilai-nilai luhur sebagai bagian dari kepribadian bangsa Indonesia.

Bagi Bali, Bung Karno bukan sekadar tokoh sejarah melainkan sumber inspirasi yang hidup dalam kesadaran masyarakat. Nilai-nilai beliau terus bertransformasi dalam pembangunan Bali yang berakar pada kearifan lokal dan berorientasi masa depan,” tutur gubernur asal Buleleng itu.

Dengan semangat yang diusung, peringatan tahun ini mengajak kita menjadikan perjuangan Bung Karno sebagai kesadaran hidup, sebagai energi yang menggerakkan pikiran, membentuk karakter dan menuntun arah pembangunan,” pungkas Koster.

Acara ini menegaskan bahwa warisan Karno tetap relevan bagi perkembangan Bali, menghubungkan identitas nasional dengan budaya lokal, dan mendorong masyarakat untuk bertindak sesuai nilai kemerdekaan dan kemandirian.

Bung KarnoGubernur BaliBulan Bung KarnoKawya Atma KerthiKebudayaan BaliKearifan LokalKepribadian Nasional

Komentar

Memuat komentar...