Pohon Lontar Patah, Pria 42 Tahun Tewas
Gambar atau konten salah?
Seorang pria berusia 42 tahun, I Wayan Rastika, meninggal dunia setelah jatuh dari pohon lontar setinggi 7 meter. Peristiwa ini terjadi di kebun warga yang berlokasi di Banjar Dinas Merajan, Desa Seraya Barat, Karangasem. Korban mengalami luka serius di kepala akibat insiden tersebut.
Kapolsek Karangasem, Kompol I Nyoman Merta Kariana, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Rabu, 08 Juli 2026, sekitar sore hari. Pohon lontar yang dipanjat korban patah di bagian tengah batang, menyebabkan ia terjatuh. "Korban jatuh tepat di atas batu yang ada di bawah pohon, sehingga mengalami luka serius di kepala," kata Merta pada Kamis, 09 Juli 2026.
Salah seorang saksi, Ni Wayan Dewi, menceritakan bahwa saat tiba di kebun, ia melihat korban sedang memanjat pohon lontar. Tujuan korban memanjat pohon tersebut belum diketahui secara pasti. Saksi sempat melarang korban melanjutkan aksinya karena batang pohon sudah terlihat rapuh. Namun, korban tetap melanjutkan. Beberapa detik kemudian, batang pohon patah dan korban ikut terjatuh.
Melihat kejadian itu, Dewi langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar datang dan mengevakuasi korban ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis. Korban mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. "Saat diperiksa oleh tim medis di RS, korban sudah dinyatakan meninggal dunia," ujar Merta.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan bahaya memanjat pohon yang sudah rapuh. Meskipun sudah diperingatkan oleh saksi, korban tetap nekat melanjutkan aktivitasnya. Akibatnya, ia harus kehilangan nyawa. Pohon lontar yang patah di pertengahan batang menjadi penyebab langsung jatuhnya korban, dan benturan dengan batu di bawah memperparah cedera yang dideritanya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
