Bupati Sukoharjo Diciduk KPK, Sembilan Orang Diamankan
Gambar atau konten salah?
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bukan hanya Etik, total ada sembilan orang yang ikut terjaring dalam operasi senyap ini.
Etik terlihat keluar dari Mapolresta Solo setelah menjalani pemeriksaan panjang. Proses itu berlangsung sejak Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Jumat dini hari pukul 05.40 WIB. Saat keluar, ia mengenakan baju bernuansa hitam putih, celana jeans, dan masker. Ia sama sekali tidak menjawab pertanyaan wartawan. Dari lift, ia langsung menuju bus yang sudah menunggu di depan Mapolresta Solo. Begitu masuk, ia menutup tirai bus dari pandangan awak media.
KPK juga membawa barang bukti. Terlihat enam koper berwarna hijau cerah dan satu koper hijau tua ikut dibawa petugas.
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan kabar penangkapan ini. "Benar," katanya singkat pada Jumat, 10 Juli 2026.
Dugaan Pemerasan terhadap Bawahan
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan duduk perkara. Etik diduga terlibat pemerasan terhadap perangkat daerah di Sukoharjo. "Adapun perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo," kata Budi dalam keterangan tertulis pada Jumat, 10 Juli 2026.
Budi menambahkan, tim KPK mengamankan lima orang dalam OTT ini. Salah satunya adalah Etik Suryani. Penyelidikan dilakukan secara tertutup. "Konfirm, bahwa KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup dan terjadi peristiwa tertangkap tangan di wilayah Soloraya, Jawa Tengah," ungkapnya. "Dalam peristiwa tertangkap tangan ini, tim mengamankan sejumlah 5 orang, salah satunya Bupati Sukoharjo," sambungnya.
Wakil Bupati: Kami Belum Bisa Banyak Bicara
Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, angkat bicara. Ia mengaku belum bisa berkomentar banyak. Pihaknya masih menunggu kejelasan perkara. "Kami belum bisa matur (bicara) banyak karena kita menunggu apa sebenarnya yang menjadi poin atau perkara, persoalan apa. Kita menunggu nggih," ujarnya.
Ia hanya meminta doa. "Ya mohon doanya, kita semuanya terutama yang sedang dimintai keterangan diberikan kekuatan, kemudahan, dan petunjuk bimbingan sehingga bisa menghadapi semuanya ini dengan baik-baik," ungkapnya.
Soal roda pemerintahan, Sapto menjamin pelayanan publik dan administrasi tidak terganggu. Ia mengimbau para aparatur sipil negara (ASN) tetap tenang bekerja. "Kami harapkan semua bisa berjalan seperti biasanya terlebih dahulu, tetap tenang. Sekali lagi kita menunggu apa yang menjadi nanti rilis resmi atau keterangan dari KPK," tegasnya.
Ditanya soal komunikasi terakhir dengan Etik sebelum OTT, ia mengaku bertemu di sebuah acara di markas militer. Tidak ada pembicaraan soal hukum atau hal mencurigakan. "Kami ketemu terakhir kemarin di Batalyon Infanteri. (Pembicaraan soal OTT) Nggak ada. Cukup nggih, makasih ya," pungkasnya.
Sembilan Orang Diamankan
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, merinci total sembilan orang ditangkap. "Hari ini rencana dibawa sembilan orang di antaranya kloter pertama tadi sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK sejumlah empat orang. Salah satunya adalah Bupati Sukoharjo
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kebakaran Hanguskan Dua Kelas di Semarang
Taruna NusantaRun 2026, Polresta Alihkan Arus Lalu Lintas
Ombudsman Selidiki Arahan Beli Seragam di Toko Tertentu
Mobil Koperasi Merah Putih Terguling di Banyumas
KPK Tangkap Bupati Sukoharjo di OTT Solo Raya
Jampidsus Akui Rumah Digeledah, Bantah Milik Uang Rp476 M
Berita Terbaru
Bupati Sukoharjo Diciduk KPK, Sembilan Orang Diamankan
Mbappé Kini Jatuh Hati pada Jamon Ibérico
Spanyol ke Semifinal Piala Dunia, Hadapi Prancis
B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Impor Solar Berakhir
Gol Merino Bawa Spanyol ke Semifinal Piala Dunia
Primbon Jawa Sabtu Kliwon 11 Juli 2026: Neptu, Watak, dan Pantangan
Tarot Harian 11 Juli 2026: Pertapa Terbalik, Dua Cawan, dan Pemulihan
Feng Shui 11 Juli 2026: Energi Air Deras, Ini Tips Keberuntungan Anda
Numerologi 11 Juli 2026: Angka Universal 1 dan Energi Awal yang Membara