Kereta Whoosh di Bandung Terhenti Karena Layang‑Layang Putus
Gambar atau konten salah?
Kereta cepat Whoosh di Bandung Barat sering terhenti karena layang‑layang putus yang masuk ke jalur. Gangguan ini semakin sering saat libur sekolah.
Menurut Emir Monti, Manager Corporate Communication KCIC, petugas KCIC telah mengamankan 452 layang‑layang dan benangnya di sekitar jalur operasional Whoosh dari 1 Januari 2024 hingga 31 Mei 2026, terutama di Padalarang, Cimahi, dan Bandung.
"Jumlah temuan tersebut terdiri dari 25 temuan pada 1 Januari 2024, meningkat menjadi 317 temuan pada 1 Januari 2025, serta 110 temuan pada periode 1 Januari 2026 hingga 31 Mei 2026," kata Emir saat dikonfirmasi, 12 Juni 2026.
Emir mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang‑layang dalam radius minimal 3 kilometer di sisi kanan dan kiri jalur operasional Whoosh. Layang‑layang yang putus dan terbawa angin dapat tersangkut pada jaringan listrik aliran atas atau Overhead Catenary System (OCS), sumber tenaga utama Whoosh. Jaringan tersebut menggunakan tegangan tinggi sehingga layang‑layang atau benang yang tersangkut dapat merusak jaringan listrik aliran atas maupun pantograf kereta yang mengambil daya listrik selama perjalanan.
"Dampaknya tidak hanya berpotensi mengganggu keselamatan perjalanan, tetapi juga menyebabkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang berdampak pada ribuan penumpang," kata Emir.
Gangguan paling banyak terjadi di jalur Padalarang sampai Bandung. Akhirnya perjalanan Whoosh terpaksa diberhentikan secara mendadak demi keselamatan penumpang. Emir menambahkan, "Kemudian banyak kasusnya itu di sore hari, meskipun memang mereka bermain 2 kilometer dari jalur kereta cepat. Tapi kan ketika layangannya putus dengan benang menjuntai, maka terbawa angin dan masuk ke jalur Whoosh."
Kasus ini menyoroti risiko layang‑layang di dekat jalur kereta listrik tinggi dan pentingnya kesadaran publik. Peran KCIC dalam mengamankan area menjadi kunci untuk menjaga kelancaran operasional Whoosh dan keselamatan ribuan penumpang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
