China Capai 1 Gbps Komunikasi Laser Satelit dari Orbit GEO

Agus P. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 109 dibaca
Bisik.id
China Capai 1 Gbps Komunikasi Laser Satelit dari Orbit GEO

Gambar atau konten salah?

China baru saja mencatat rekor baru dalam komunikasi satelit. Para peneliti berhasil mengirim data kecepatan tinggi menggunakan laser dengan daya sangat kecil dari orbit geostasioner.

Eksperimen ini menampilkan sinyal laser 2 watt yang dipancarkan dari satelit yang berada sekitar 36.000 kilometer di atas Bumi. Meskipun energi yang digunakan sangat rendah, sistem tersebut mampu menurunkan data hingga 1 Gbps ke stasiun penerima di permukaan.

Menurut laporan yang dikutip dari Daily Galaxy pada 27 Maret 2026, sistem yang diuji dapat mencapai downlink data 1 Gbps dari orbit geostasioner. Kecepatan ini bahkan disebut mampu melampaui beberapa sistem satelit yang beroperasi di orbit rendah.

Para peneliti mencontohkan potensi kecepatan tersebut dengan menyatakan bahwa sistem ini secara teoritis dapat mengirim film berdefinisi tinggi dari Shanghai ke Los Angeles dalam waktu kurang dari 5 detik. Angka ini menekankan betapa cepatnya data dapat dipindahkan antar benua.

Namun, tantangan utama bukan jarak di ruang angkasa, melainkan gangguan atmosfer saat sinyal melewati lapisan udara Bumi. Turbulensi atmosfer dapat memecah dan merubah bentuk sinar laser, sehingga sinyal yang diterima di darat menjadi tidak stabil.

Untuk mengatasi distorsi ini, tim peneliti menggunakan teleskop berdiameter 1,8 meter yang dilengkapi 357 mikro‑cermin. Sistem ini menyesuaikan bentuk sinyal laser secara real‑time, menjaga fokus sinyal meskipun terdistorsi oleh atmosfer.

Teknologi yang diterapkan merupakan kombinasi adaptive optics—yang memperbaiki distorsi sinyal—dan mode diversity reception, teknik yang menangkap beberapa jalur sinyal sekaligus sebelum digabungkan kembali saat proses decoding data. Pendekatan ini disebut AO‑MDR synergy dan terbukti meningkatkan stabilitas transmisi secara signifikan.

Hasilnya, tingkat sinyal yang dapat digunakan meningkat dari sekitar 72 % menjadi 91,1 % setelah teknologi tersebut diterapkan. Alih‑alih memaksa sinyal kembali ke bentuk ideal, sistem ini membagi sinyal menjadi beberapa jalur berbeda dan kemudian memilih jalur paling kuat untuk digabungkan kembali saat proses penerimaan data.

Keberhasilan eksperimen ini menandakan potensi besar bagi komunikasi satelit berbasis laser. Sistem semacam ini dapat digunakan untuk jaringan data global berkapasitas tinggi, relay data antarsatelit, dan bahkan komunikasi ruang angkasa jarak jauh.

Meski demikian, teknologi ini masih memerlukan stasiun penerima khusus dengan teleskop besar di darat. Oleh karena itu, penggunaannya saat ini lebih cocok untuk infrastruktur komunikasi skala besar daripada layanan internet langsung untuk rumah tangga.

Secara keseluruhan, penelitian yang dipimpin oleh Wu Jian dari Peking University of Posts and Telecommunications dan Liu Chao dari Chinese Academy of Sciences, yang dipublikasikan di jurnal Acta Optica Sinica, menunjukkan bahwa komunikasi laser satelit dapat mencapai kecepatan yang sebelumnya dianggap tidak mungkin. Hasil ini membuka jalan bagi jaringan data global yang lebih cepat dan lebih efisien, meskipun masih ada tantangan teknis terkait infrastruktur darat.

komunikasi satelit laserdownlink 1 Gbpsadaptive opticsmode diversity receptionteleskop 1,8 mmikro‑cermin 357infrastruktur komunikasi global

Komentar

Memuat komentar...