Chivu ke Inter Milan, Dominasi Serie A, Kalah di Champions
Gambar atau konten salah?
Cristian Chivu tiba di Inter Milan dengan cerita tentang masa-masa sulit di awal kedatangannya. Ia mengaku pernah merasakan tekanan yang tinggi, namun akhirnya mampu mengatasi semua rintangan tersebut.
Di musim debutnya, Inter Milan langsung merajai sepak bola Italia. Tim ini menjuarai Serie A dan Coppa Italia sekaligus. Chivu, yang baru saja bergabung dari Parma ke stadion Giuseppe Meazza musim panas lalu, menjadi kunci utama kesuksesan tersebut.
Meski dominan di kompetisi domestik, catatan Inter di Liga Champions belum sebaik harapan. Pada musim ini, Inter tersingkir di babak play-off 16 besar setelah kalah dari Bodo/Glimt. Hal ini berbeda dengan musim sebelumnya, ketika Inter menembus final Liga Champions dan masih menjadi pesaing utama di bawah kepelatihan Simone Inzaghi.
Perubahan kepelatihan dari Inzaghi ke Chivu menambah beban bagi tim. Persiapan tidak memadai karena masa transisi, dan Inter tidak tampil menjanjikan di awal kedatangan Chivu. “Ekspektasinya tinggi. Jangan lupa bahwa kami tidak punya waktu untuk melakukan persiapan yang layak (karena) Piala Dunia Antarklub, kami hanya punya waktu libur tiga minggu dan ya, Anda bisa melihatnya,” ujar Chivu, dikutip dari Football Italia.
Namun, ia menekankan bahwa masalah tersebut dapat diatasi lewat kerja keras semua pihak. “(Ini banyak) orang-orang yang melakukan bagian mereka dan dengan ambisi yang mereka miliki, akuntabilitas yang mereka miliki selama musim tersebut, dan kerja keras yang mereka curahkan, semuanya menjadi lebih mudah. Lebih mudah dalam hal mencoba untuk bersaing, mencoba untuk menjadi versi terbaik dari apa pun yang kami miliki saat itu. Selangkah demi selangkah kami membangun sesuatu yang memungkinkan kami untuk merayakan di akhir musim,” jelasnya.
Dengan kombinasi tekad, disiplin, dan kolaborasi, Inter Milan berhasil menegaskan dominasi di Italia meski masih harus memperbaiki performa di kompetisi Eropa. Keberhasilan domestik menunjukkan bahwa tim ini mampu menyesuaikan diri dan bertahan di level tertinggi, sekaligus menyiapkan fondasi untuk pencapaian lebih jauh di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
