Danica Odelia Raih Emas Pertama Indonesia di EGMO 2026

Ratna D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 99 dibaca
Bisik.id
Danica Odelia Raih Emas Pertama Indonesia di EGMO 2026

Gambar atau konten salah?

Danica Odelia, siswi SMA Kristen Penabur Gading Serpong, mencatatkan sejarah bagi Indonesia di The 15th European Girls' Mathematical Olympiad (EGMO) 2026. Ia menjadi pelopor medali emas pertama Indonesia di ajang ini, yang pertama kali dimulai pada 2012.

Olimpiade matematika ini digelar di Bordeaux, Prancis, pada 09 April 2026 – 15 April 2026. Terdapat 260 peserta dari 67 negara. Dari semua peserta, 30 kontestan berhasil meraih medali emas, termasuk Danica. Ia memperoleh skor 32 poin dari enam soal, masing-masing bernilai maksimal tujuh poin. Skor tersebut menempatkannya di posisi keenam di seluruh kompetisi. Kontestan asal China, Huaijin Lou, mencatatkan skor sempurna 42 poin. Tim China, yang beranggotakan empat peserta, menyapu bersih medali emas dan mendominasi papan atas.

"Kompetisi ini merupakan ajang khusus perempuan yang biasanya diperuntukkan untuk negara-negara di Eropa, namun negara di luar itu juga bisa ikut mewakili termasuk saya dari Indonesia yang berhasil terpilih," ujar Danica dalam keterangan SMAK Penabur Gading Serpong.

Indonesia hanya mengirimkan satu wakil di EGMO 2026, yaitu Danica. Ia mendapat pendampingan dari Aleams Barra, seorang pengajar matematika dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Barra juga dikenal sebagai pelatih Pelatnas Tim Olimpiade Matematika di ajang International Mathematical Olympiad (IMO). Sejak kompetisi ini dimulai, Indonesia telah mengikuti EGMO empat kali. Pada debut di Inggris tahun 2012, kontingen Indonesia membawa pulang satu medali perak dan satu medali perunggu.

Di SMAK Penabur Gading Serpong, Danica telah menorehkan banyak prestasi sebelum mengikuti EGMO. Ia meraih medali perak di Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan The 31st International Tuymaada Olympiad 2024. Ia juga memperoleh medali perunggu pada Lomba Matematika Nasional ke-35 Universitas Gadjah Mada serta The 22nd International Zhautykov Olympiad (IZhO) 2026. Selain itu, ia mendapat predikat Honorable Mention di The 66th International Mathematical Olympiad (IMO) 2025.

"Saya suka Matematika sejak SD dan termotivasi ikut lomba karena bisa jalan-jalan ke luar negeri. Dari situ, saya mulai fokus di Matematika dan masuk ke SMAK Penabur Gading Serpong karena memberikan banyak kesempatan bagi saya untuk mengikuti berbagai kompetisi baik nasional maupun internasional," tutur Danica.

Jelang kompetisi, Danica mempersiapkan diri dengan belajar dari berbagai sumber, termasuk soal-soal pelatnas. Ia mengatakan, "Guru-guru di sekolah turut membantu saya dalam mempersiapkan diri dengan memberikan berbagai pelatihan. Selain itu, saya juga diajak berbicara oleh salah satu guru yaitu Sir Andreas, beliau menanyakan apakah saya stres atau tidak dan seterusnya."

Danica saat ini duduk di kelas XI Program Brilliant Class. Selama menempuh pendidikan, ia tinggal di asrama khusus siswa Brilliant Class yang disediakan oleh BPK Penabur Jakarta. Program tersebut dirancang untuk memfasilitasi siswa berbakat agar dapat dipersiapkan mewakili Indonesia dalam berbagai olimpiade sains tingkat dunia. Melalui program Brilliant Class, para siswa memperoleh pembinaan langsung dari dosen-dosen perguruan tinggi negeri ternama yang kompeten di bidang sains.

Untuk dapat bergabung dalam program ini, calon siswa harus memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, memiliki nilai Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris di atas 85 saat SMP, pernah meraih medali OSN, memperoleh rekomendasi kepala sekolah, serta lolos rangkaian seleksi berupa tes IQ minimal 140, tes logika, dan wawancara.

Keberhasilan Danica menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dalam bidang matematika. Meskipun hanya satu wakil, prestasinya membuka peluang bagi generasi muda Indonesia untuk terus bersaing di panggung internasional. Dengan dukungan sekolah dan pelatih berpengalaman, siswa-siswa berbakat dapat mengembangkan kemampuan mereka lebih jauh lagi.

Danica OdeliaEGMO 2026Medali Emas IndonesiaInstitut Teknologi BandungProgram Brilliant ClassOlimpiade Matematika InternasionalMatematika

Komentar

Memuat komentar...