Dari Community College ke Harvard: Kisah Ariel Adhidevara

Bima J. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Dari Community College ke Harvard: Kisah Ariel Adhidevara

Gambar atau konten salah?

Ariel Adhidevara berasal dari Indonesia dan akhirnya menempuh pendidikan di Harvard University. Perjalanan akademisnya tidak berjalan mulus; ia memulai dari community college di Amerika Serikat sebelum mencapai puncak pendidikan di Harvard.

“Nilai aku tuh sebenarnya nggak bagus‑bagus banget,” ujar Ariel pada 21 Mei 2026. Ia tidak pernah menjadi siswa yang unggul di sekolah menengah, namun tetap memelihara minatnya pada arsitektur.

Sejak SMP, Ariel tidak terlalu fokus pada nilai. Ia lebih banyak mengeksplorasi hobi di luar kelas, mulai dari membuka toko sulap hingga berjualan pulsa. Aktivitas ini menunjukkan bahwa ia lebih suka mencoba hal baru daripada menekuni pelajaran.

Ketika masuk SMA Regina Pacis Bogor, ia masih berharap dapat masuk jurusan IPA. Namun, nilai akademiknya tidak cukup, sehingga ia akhirnya terdaftar di jurusan IPS. Meskipun begitu, ia tetap bermimpi menjadi arsitek.

“Jadi, akhirnya nilaiku jeblok banget, aku nggak bisa masuk IPA, padahal aku pengennya jadi arsitek. Jadi, akhirnya aku masuk IPS,” kata Ariel. Ia menegaskan bahwa pada masa itu ia belum benar-benar fokus belajar.

Keberuntungan datang ketika keluarganya memperoleh green card melalui Green Card Lottery. Ariel mengakui bahwa ini adalah faktor penting yang membantu perjalanannya.

“Sampai akhirnya singkat cerita, kita dapat green card lottery dari pemerintah Amerika, jadi itu kayak izin tinggal di Amerika secara gratis,” ungkapnya.

Program ini dikenal secara resmi sebagai Diversity Immigrant Visa Program. Setiap tahun, pemerintah AS menyediakan sejumlah visa bagi orang-orang dari negara dengan tingkat imigrasi rendah, dipilih secara acak melalui sistem komputer.

Setelah pindah ke AS pada 2014, Ariel memulai kuliah di Diablo Valley College. Ia harus menempuh lebih lama untuk mengejar ketertinggalannya.

“Nah, aku spend waktu di community college cukup lama. Empat tahun. Yang normalnya dua tahun, ya. Itu harga yang harus aku bayarkan karena dulu aku nakal banget itu. Jadi aku harus stay lebih lama dibandingkan orang‑orang lain dengan struggling aku sendiri saat itu,” ujarnya.

Pengalaman di community college menjadi titik balik. Ia memanfaatkan institusi tersebut untuk belajar dari nol, lalu berhasil transfer ke universitas impiannya.

Setelah menyelesaikan community college, Ariel memilih California Polytechnic State University atau Cal Poly untuk melanjutkan studi sarjana di bidang arsitektur pada 2018. Ia memilih Cal Poly karena pendekatan pembelajaran yang lebih praktis dan terhubung dengan dunia kerja.

Selama kuliah dan pasca kelulusan di Cal Poly, Ariel serius membangun portofolio arsitekturnya. Ia mengembangkan berbagai proyek desain, memperluas pengalaman, dan meningkatkan kemampuan akademis. Akhirnya ia lulus dengan predikat Magna Cum Laude pada 2021.

Keberhasilan akademis dan praktis membuka pintu bagi studi lanjutan. Ariel diterima di Harvard Graduate School of Design untuk program Master in Design Studies, mendapatkan beasiswa Dean's Merit Scholarship.

Perjalanan Ariel menunjukkan bahwa jalur pendidikan tidak selalu linier. Dari siswa biasa di Indonesia hingga mahasiswa di Harvard, ia menekankan pentingnya ketekunan, keberuntungan, dan kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan dukungan keluarga, program visa, dan tekad pribadi, ia berhasil menembus batasan dan mencapai tujuan akademisnya.

Ariel AdhidevaraHarvard UniversityGreen Card LotteryCommunity CollegeArsitekturIndonesiaCalifornia Polytechnic State UniversityHarvard Graduate School of Design

Komentar

Memuat komentar...