Dari Penjual Makanan di Rig ke Tenaga Profesional Migas
Gambar atau konten salah?
Chandra Setiawan bukanlah nama asing bagi debu jalanan dan deru mesin rig pengeboran. Sejak kecil, ia membantu ibunya menjajakan makanan di pinggir area kerja migas. Setiap kali rig PDSI berpindah, mereka menyiapkan lapak di lokasi baru, dari Balam KM 12 hingga menyeberang ke Bangko dan Sintong.
“Kami ikut ke mana rig itu pindah. Kalau lokasinya masih terjangkau, kami buka lapak di sana. Pernah istirahat sebentar karena rig pindah ke Duri yang terlalu jauh, tapi semangat kami tidak pernah surut untuk kembali lagi saat ada rig lain yang mendekat,” kenang Chandra.
Melihat para pekerja mengoperasikan alat berat menumbuhkan rasa ingin tahu yang kuat. Ia membayangkan suatu hari mengenakan helm keselamatan dan seragam kerja di menara bor. Rencana itu menjadi nyata ketika, pada 2023, ia mulai membantu ibunya berjualan di sekitar rig yang beroperasi di Menggala dan Sintong.
Awal tahun 2025 menandai titik balik. Melalui grup Karang Taruna, Chandra mengetahui program Vokasi Migas yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan. Tanpa ragu, ia mendaftar. Seleksi administrasi, tes medis, dan ujian ketat diikuti, lalu ia berhasil terpilih untuk pelatihan intensif di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu selama dua bulan.
Di sana, ia tidak lagi melihat rig dari balik pagar kantin. Ia belajar regulasi, teknis pekerjaan, dan keselamatan kerja yang ketat. “Di IDTC, saya belajar banyak hal yang sebelumnya hanya bisa saya lihat dari jauh. Kami diajarkan untuk memahami setiap detail operasi di lapangan,” jelasnya.
Setelah kembali dari IDTC, Chandra menunggu jadwal magang resmi di rig. Namun, ia tidak menunggu begitu saja. Ia kembali membantu ibunya berjualan di sekitar Rig PDSI yang saat itu beroperasi di Menggala dan Sintong. Ketekunan dan semangatnya tidak luput dari perhatian.
Di April 2026, panggilan kerja datang. Chandra bergabung di Rig PDSI sebagai tenaga profesional. “Saya ingin membanggakan orang tua saya. Saya ingin membuktikan bahwa anak seorang penjual makanan di area rig juga bisa menjadi tenaga profesional di sana,” ungkapnya dengan bangga.
Di sisi lain, Wahyu Kurniawan, putra daerah berdarah Sakai, juga menembus industri hulu migas melalui ekosistem pendidikan PT Pertamina Hulu Rokan. Ia menjadi contoh nyata inklusivitas program vokasi ini. “Ini adalah pembuktian bahwa pemuda asli daerah mampu bersaing di dunia kerja modern,” ujar Wahyu.
Perjalanan Wahyu tidak instan. Ia pernah meragukan diri ketika menghadapi tantangan teori dan praktik lapangan yang menguras energi. Namun, dukungan keluarga dan keinginan memberi masa depan lebih baik menjadi bahan bakarnya. “Alhamdulillah, hasil usaha itu kini terlihat. Ini adalah pertaruhan sebuah kepercayaan. Saya ingin menjadi inspirasi bagi generasi muda Suku Sakai lainnya bahwa kita bisa berkontribusi langsung di industri migas,” tambahnya.
Kini, Chandra dan Wahyu berdiri di atas lantai rig yang sama. Keduanya menunjukkan bahwa dedikasi dan kesempatan yang tepat dapat mengubah garis tangan. “Saya berharap, dengan pengalaman di migas nantinya, suatu saat saya bisa berkontribusi lebih luas lagi langsung di PT Pertamina Hulu Rokan,” harap Wahyu.
Keberhasilan mereka mencerminkan dampak investasi sosial di wilayah kerja PT Pertamina Hulu Rokan. Program penguatan ekosistem vokasi yang diinisiasi bersama PT Pertamina Drilling Services Indonesia berhasil menjembatani talenta lokal di Provinsi Riau dengan standar industri global.
Paralelitas kisah Chandra dan Wahyu menegaskan bahwa peluang tidak hanya datang kepada yang sudah berada di dalam industri, tetapi juga bagi yang bermimpi dan bekerja keras. Keduanya telah membuktikan bahwa dengan tekad, pelatihan, dan dukungan, seseorang dapat melampaui batasan awal dan berkontribusi secara signifikan di bidang migas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk, Populasi Menurun 123 Juta
Mandian Air Hangat vs Air Dingin: Manfaat bagi Tubuh
Pencarian Faiz Hidayat 23 Tahun di Gunung Seulawah Berlanjut
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Berita Terbaru
Kementerian Perhubungan Realisasi 32,27% Anggaran Tahun 2026
BEI: Indonesia Tetap Emerging Market, Batal Rumor Frontier
IHSG Turun 2%+; LQ45 Laba Naik 29,9%, Investor Fokus Fundamental
Rumor Pengunduran Purbaya Yudhi Sadewa, Reshuffle Kabinet?
Ossy Dermawan: Solusi Lahan Sawah di Jawa Tengah 2026
Tendon Achilles Menjadi Penanda Kolesterol Tinggi Kesehatan
