Dashboard Haji 2026: Transparansi Data Real‑Time Jemaah
Gambar atau konten salah?
Dashboard Haji 2026 merupakan layanan digital yang diluncurkan oleh Kemenhaj sebagai upaya memperkuat transparansi dan kemudahan akses informasi bagi jemaah haji. Layanan ini memungkinkan publik melihat data penting secara real‑time, mulai dari jadwal keberangkatan hingga laporan kesehatan jemaah selama ibadah berlangsung.
Melalui Dashboard Haji 2026, masyarakat dapat mengakses informasi seperti jadwal penerbangan, akomodasi, dan status kesehatan jemaah. Layanan ini juga menampilkan data statistik haji, fase praoperasional, dan operasional ibadah.
Menurut Kepala Biro Humas Kemenhaj Moh Hasan Afandi, “Dashboard ini kami hadirkan agar masyarakat, keluarga jemaah, media, dan pemangku kepentingan dapat mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji secara lebih mudah. Informasi yang tersaji diharapkan membantu publik mendapatkan gambaran layanan haji secara cepat dan terintegrasi,” ujarnya di Jakarta.
Fitur utama Dashboard Haji 2026 meliputi:
- Statistik haji secara keseluruhan
- Data praoperasional dan operasional haji 1447 H/2026 M
- Informasi jemaah reguler, lansia, dan pengguna kursi roda
- Pencarian data jemaah lengkap
- Detail akomodasi di setiap lokasi
- Laporan jemaah wafat dan jemaah dirawat
- Jadwal penerbangan, keberangkatan, dan kedatangan jemaah
- Peta terintegrasi fasilitas layanan jemaah
Hasan menambahkan, “Prinsipnya, Kemenhaj ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan transparan, tertib, dan akuntabel. Setiap perkembangan layanan terus kami kawal, dan dashboard ini menjadi salah satu kanal informasi resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ia menyatakan.
Wukuf, atau puncak ibadah haji, dijadwalkan pada 26 Mei 2026 (9 Dzulhijjah 1447 H). Pada hari tersebut, jemaah akan melakukan berdiam diri di Arafah.
Berikut jadwal perjalanan haji 1447 H/2026 M yang disusun sebagai panduan bagi jemaah, mulai dari keberangkatan di tanah air hingga kembali ke Indonesia:
- 21 April 2026 (4 Zulkaidah 1447 H): Jemaah haji masuk asrama haji.
- 22 April 2026 (5 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
- 01 Mei 2026 (14 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah gelombang I dari Madinah ke Makkah.
- 06 Mei 2026 (19 Zulkaidah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang I dari Tanah Air ke Madinah.
- 07 Mei 2026 (20 Zulkaidah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
- 15 Mei 2026 (28 Zulkaidah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang I dari Madinah ke Makkah.
- 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 H): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang II dari Tanah Air ke Jeddah.
- 21 Mei 2026 (4 Zulhijah 1447 H): Closing date KAAIA Jeddah (pukul 24.00 WAS).
- 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H): Pemberangkatan jemaah dari Makkah ke Arafah.
- 26 Mei 2026 (9 Zulhijah 1447 H): Wukuf di Arafah.
- 27 Mei 2026 (10 Zulhijah 1447 H): Idul Adha 1447 H.
- 28 Mei 2026 (11 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik I.
- 29 Mei 2026 (12 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik II (Nafar Awal).
- 30 Mei 2026 (13 Zulhijah 1447 H): Hari Tasyrik III (Nafar Tsani).
- 01 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal pemulangan jemaah gelombang I dari Makkah melalui Bandara Jeddah ke Tanah Air.
- 01 Juni 2026 (15 Zulhijah 1447 H): Awal kedatangan jemaah gelombang I di Tanah Air.
- 07 Juni 2026 (21 Zulhijah 1447 H): Awal pemberangkatan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah.
- 15 Juni 2026 (29 Zulhijah 1447 H): Akhir pemulangan jemaah gelombang I dari Jeddah ke Tanah Air.
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Tahun Baru Hijriah 1448 H.
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
- 16 Juni 2026 (1 Muharam 1448 H): Awal kedatangan jemaah gelombang II di Tanah Air.
- 21 Juni 2026 (6 Muharam 1448 H): Akhir pemberangkatan jemaah gelombang II dari Makkah ke Madinah.
- 30 Juni 2026 (15 Muharam 1448 H): Akhir pemulangan jemaah gelombang II dari Madinah ke Tanah Air.
- 01 Juli 2026 (16 Muharam 1448 H): Akhir kedatangan jemaah gelombang II di Tanah Air (irb/hil).
Dengan sistem informasi terbuka ini, Kemenhaj berharap proses pemantauan layanan jemaah dapat dilakukan secara lebih luas. Mulai dari pemberangkatan, kedatangan, akomodasi, mobilitas, hingga layanan kesehatan, semua dapat dipantau secara real‑time melalui Dashboard Haji 2026.
Secara keseluruhan, peluncuran layanan ini menandai langkah penting dalam transformasi digital penyelenggaraan haji. Pemerintah menekankan bahwa transparansi dan aksesibilitas informasi menjadi kunci untuk memudahkan jemaah dan pihak terkait dalam mengikuti perjalanan ibadah yang kompleks.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026
