Data Kotor Bikin Dashboard Gagal, Excel Jadi Kunci
Gambar atau konten salah?
Banyak orang langsung belajar Looker Studio tanpa merapikan data mentahnya terlebih dahulu. Padahal, seindah apa pun dashboard yang dibuat, hasilnya tidak akan akurat jika data sumbernya masih kacau. Proses pembersihan data di Excel sering dianggap sepele, padahal di sinilah kualitas dashboard sebenarnya ditentukan. Data yang belum dirapikan—seperti format yang tidak konsisten atau baris duplikat—akan terbawa ke dashboard dan membuat informasi yang dihasilkan menjadi salah.
Kelas 2 Jam Kuasai Google Looker Studio untuk Dashboard Profesional mengajak peserta memulai dari titik yang sering terlewat ini. Sebelum masuk ke Looker Studio, peserta akan praktik langsung membersihkan data di Microsoft Excel. Baru setelah itu, mereka menyusun data menjadi dashboard interaktif lengkap dengan KPI, chart, filter, dan calculated field.
Proses End to End dari Data Mentah ke Insight
Pendekatan ini membuat peserta memahami alur kerja yang sesungguhnya dipakai di dunia kerja, bukan sekadar mengoperasikan tools. Materi juga mencakup exploratory data analysis untuk menjawab pertanyaan bisnis, hingga teknik data storytelling agar dashboard yang dibuat benar-benar mudah dipahami audiens.
Peserta akan diajak mengenali kesalahan umum yang sering membuat dashboard terlihat penuh tapi justru sulit dibaca. Mulai dari pemilihan chart yang keliru sampai layout yang tidak memiliki hierarki jelas.
Kelas ini akan dilaksanakan pada:
- Hari dan tanggal: Kamis, 30 Juli 2026
- Tempat: Online melalui Zoom Meeting
Kelas ini cocok untuk data analyst pemula, business analyst, tim marketing, hingga mahasiswa yang ingin memiliki kemampuan dashboard end to end.
Singkatnya, kelas ini menekankan bahwa membersihkan data mentah adalah langkah krusial sebelum membuat dashboard. Tanpa data yang rapi, dashboard secanggih apa pun tidak akan memberikan insight yang akurat. Pendekatan end-to-end ini membantu peserta memahami alur kerja nyata, bukan hanya sekadar belajar tools.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
