Delapan tim kembali ke Piala Dunia 2026 setelah 20+ tahun
Gambar atau konten salah?
Timnas Kongo mengukuhkan posisi mereka di Piala Dunia 2026 setelah berhasil lolos melalui jalur kualifikasi. Kongo menandai comeback setelah 52 tahun tidak tampil di turnamen tersebut. Mereka terakhir bertanding pada 01 Januari 1974.
Di Eropa, Skotlandia kembali ke panggung internasional setelah absen sejak 01 Januari 1998. Setelah 28 tahun, The Tartan Army berhasil melewati kualifikasi dan mempersiapkan diri untuk turnamen 2026.
Timnas Norwegia juga menandai kembalinya setelah terakhir berpartisipasi pada 01 Januari 1998. Dipimpin oleh stiker Erling Haaland, mereka mengalahkan Italia di fase kualifikasi, memastikan tempat langsung di Piala Dunia 2026.
Di Timur Tengah, Irak kembali ke panggung dunia, menandai comeback setelah 40 tahun. Singa Mesopotamia terakhir kali bermain di 01 Januari 1986. Kali ini, Irak lolos lewat jalur kualifikasi hingga playoff, sekaligus mengalahkan Timnas Indonesia dalam perjalanan mereka.
Negara Karibia Haiti juga kembali ke Piala Dunia 2026 setelah absen sejak 01 Januari 1974. Meski menghadapi krisis politik dan keamanan, Les Grenadiers berhasil lolos melalui jalur kualifikasi zona CONCACAF.
Di Eropa Tengah, Austria menandai kembalinya setelah tidak tampil sejak 01 Januari 1998. Dipimpin oleh Ralf Rangnick, tim ini akan tampil di Piala Dunia 2026 setelah lolos melalui kualifikasi.
Timnas Turki kembali ke Piala Dunia setelah 24 tahun tidak tampil, terakhir berpartisipasi pada 01 Januari 2002. Arda Guler dan rekan-rekannya lolos setelah mengalahkan Kosovo 1-0 di babak playoff zona Eropa.
Di Eropa Timur, Republik Ceko kembali ke Piala Dunia setelah absen selama 20 tahun. Mereka terakhir berpartisipasi pada 01 Januari 2006. Ceko lolos melalui playoff, mengalahkan Republik Irlandia dan Denmark.
Keberhasilan semua tim ini menandai dinamika kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana banyak negara yang belum pernah tampil dalam beberapa dekade berhasil kembali ke panggung dunia. Perjalanan mereka menunjukkan bahwa persaingan internasional tetap terbuka bagi semua tim yang bertekad dan mampu melewati proses kualifikasi yang ketat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
