Denpasar: 20 April 2026, Hari Baik dan Buruk Menurut Kalender Bali
Gambar atau konten salah?
Denpasar – Pada hari Senin, 20 April 2026, masyarakat Bali merujuk pada Kalender Bali untuk menentukan kelayakan suatu hari bagi upacara dan aktivitas adat. Salah satu konsep yang sering dipakai adalah ala ayuning dewasa, yang menilai apakah suatu hari baik atau tidak bagi kegiatan tertentu.
Berikut rincian ala ayuning dewasa yang berlaku pada 20 April 2026, diambil dari situs kalenderbali.org:
- Geni Rawana – Baik untuk semua pekerjaan yang menggunakan api. Tidak baik untuk mengatapi rumah, melaspas, dan bercocok tanam. (Alahing dewasa 2)
- Kala Bangkung, Kala Nanggung – Tidak baik untuk memulai memelihara ternak. (Alahing dewasa 4)
- Kala Katemu – Baik untuk menangkap ikan, berburu, mapikat, memasang jerat, kungkungan, dan mengadakan pertemuan. (Alahing dewasa 3)
- Kala Sapuhau – Baik untuk membuat alat-alat pertanian seperti garu, tulud, pemlasahan, dan tenggala (bajak). Tidak baik untuk membangun. (Alahing dewasa 3)
- Kala Sudukan – Tidak baik untuk memindahkan orang sakit atau melakukan unsur perombakan. (Alahing dewasa 3)
- Kala Tampak – Tidak baik untuk dewasa nikah (perkawinan). (Alahing dewasa 3)
- Kala Upa – Baik untuk memulai mengambil/memelihara ternak (wewalungan). (Alahing dewasa 4)
- Lebur Awu – Tidak baik melakukan upacara wiwaha/pernikahan, pertemuan, membangun rumah, atau mengatapi rumah. Baik untuk membangun irigasi. (Alahing dewasa 4)
- Panca Prawani – Tidak baik dipakai dewasa ayu. (Alahing dewasa 2)
Beberapa istilah tambahan, seperti Laku Bintang, Pancasuda: Bumi Kepetak, Ekajalaresi: Buat Suka, Pratiti: Widnyana, juga tercatat dalam catatan, namun tidak dijabarkan lebih lanjut dalam artikel ini.
Dengan mengikuti panduan ini, warga Bali dapat memilih hari yang sesuai untuk aktivitas adat, memastikan kelancaran dan keberkahan dalam setiap upaya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah